Demonstrasi Besar Berpotensi Ancam Investasi dan Konsumsi Domestik

0
19

BI-Pengamat Ekonomi dari Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai dampak demonstrasi besar di Jakarta terhadap perekonomian Indonesia semakin berat dan hal ini terjadi di tengah kondisi global yang rapuh akibat ketegangan perdagangan internasional, perlambatan ekonomi Tiongkok, serta konflik geopolitik di Timur Tengah.

Ia menambahkan gangguan domestik yang memicu ketidakpastian politik memperburuk persepsi investor bahwa Indonesia belum mampu menjaga stabilitas sehingga membuat, arus investasi asing berisiko melemah.

“Sehingga gangguan domestik yang memicu ketidakpastian politik memperburuk persepsi investor bahwa Indonesia belum mampu menjaga stabilitas, membuat arus investasi asing berisiko melemah; aksi massa yang berulang menekan konsumsi domestik yang menyumbang lebih dari separuh PDB,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat, 29 Agustus.

Sementara itu, ia menambahkan pelemahan nilai tukar rupiah meningkatkan beban impor, mendorong inflasi, dan mengurangi daya beli masyarakat dan faktor-faktor internal ini dapat menutup peluang Indonesia untuk menikmati sinyal pemulihan ekonomi global.

Oleh sebab itu, Syafruddin menyampaikan Pemerintah perlu segera memutus lingkaran setan ketidakstabilan sosial dan tekanan ekonomi.

Menurutnya hal ini dapat dilakukan melalui penegakan hukum yang transparan, komunikasi publik yang konsisten, serta penyelesaian konkret atas masalah ketenagakerjaan.

“Pemerintah harus segera memutus lingkaran setan ketidakstabilan sosial dan tekanan ekonomi melalui penegakan hukum yang transparan, komunikasi publik yang konsisten, serta solusi konkret atas persoalan ketenagakerjaan, agar citra Indonesia sebagai negara dengan fundamental kuat tetap terjaga, kepercayaan pasar global dipertahankan, dan fondasi pertumbuhan ekonomi nasional terlindungi,” tuturnya.***

Leave a reply