Konversi Motor Listrik Dorong Ekonomi Lokal hingga Hemat Energi

0
9

BI-Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai program konversi motor listrik yang dijalankan pemerintah berpotensi memberikan dampak positif ganda, yakni meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan, peralihan kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan, sekaligus memberikan manfaat lingkungan.

“Selain itu, kebisingan juga akan turun drastis, disertai polutan hasil gas buang akan turun,” ujar Bhima dikutip dari Antara, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, program konversi motor listrik tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi pelaku usaha kecil di daerah.

Menurutnya, dampak ekonomi akan semakin besar jika pemerintah melibatkan bengkel-bengkel alternatif dalam proses konversi, tidak hanya mengandalkan bengkel resmi atau agen pemegang merek.

“Bengkel di desa bisa di-training dan disediakan paket konversi ke motor listrik,” kata Bhima.

Pendekatan ini dinilai dapat memperluas partisipasi usaha kecil sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Bhima menyebut model serupa pernah diterapkan di Prancis dan terbukti efektif dalam mendorong transformasi energi.

Untuk meningkatkan minat masyarakat, Celios juga mendorong pemerintah memberikan berbagai insentif tambahan. Beberapa di antaranya adalah pembebasan opsen untuk motor hasil konversi serta penggratisan biaya perpanjangan pelat nomor kendaraan.

Selain itu, insentif juga dinilai perlu diberikan pada pasar motor listrik bekas hasil konversi, seperti pembebasan biaya balik nama, guna meningkatkan daya tarik dan memperluas pasar kendaraan listrik di dalam negeri.

Pada sisi lain, pemerintah terus mempercepat implementasi program tersebut. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah akan membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat transisi energi, termasuk konversi motor konvensional menjadi listrik.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan.

“Bapak Presiden Prabowo membentuk tim Satgas untuk bisa melakukan percepatan ini dan tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden Prabowo sebagai ketua satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat,” ujar Bahlil.

Pemerintah menargetkan program konversi ini dapat berjalan optimal dalam waktu tiga hingga empat tahun. Bahkan, implementasinya diharapkan bisa lebih cepat mengingat jumlah kendaraan roda dua di Indonesia yang mencapai sekitar 120 juta unit.

Dengan potensi penghematan energi, pengurangan emisi, serta peluang ekonomi baru, program konversi motor listrik dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong transisi energi sekaligus memperkuat ekonomi domestik.***

Leave a reply