Durian Indonesia Siap Menjadi Kekuatan Baru di Pasar China

0
10

BI-Indonesia secara resmi menancapkan taringnya di pasar buah global sebagai kekuatan baru (the rising star) yang siap menantang dominasi Thailand dan Malaysia dalam industri durian internasional.

Sejak protokol bilateral ekspor durian beku resmi ditandatangani, jalur pengiriman langsung ke Negeri Tirai Bambu telah memangkas waktu logistik secara signifikan dari yang semula memakan waktu hingga 56 hari menjadi hanya berkisar antara 22 hingga 26 hari saja.

Efisiensi jalur perdagangan ini tidak hanya menekan biaya distribusi hingga separuhnya, tetapi juga melejitkan nilai ekonomi komoditas lokal di tingkat petani.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Karantina Indonesia (Barantin), arus ekspor durian beku asal Indonesia, khususnya yang mengalir dari wilayah episentrum Sulawesi Tengah, terus mencatatkan tren kenaikan yang fantastis sepanjang tahun ini.

Hingga periode Agustus 2026, volume pengiriman durian dari wilayah tersebut ke China tercatat telah menembus angka 8.377 ton dengan nilai transaksi yang sangat masif mencapai Rp871 miliar.

Keberhasilan penetrasi pasar ini membuktikan bahwa kualitas durian tanah air mampu memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh otoritas karantina global.

Menteri Urbanisasi, Transmigrasi, dan Daerah Tertinggal (sebelumnya Menteri Transmigrasi), Abdul Kadir Karding menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen penuh membangun rantai ekspor yang kokoh sejak dari tingkat produksi di desa-desa.

Melalui program penguatan kapasitas seperti klinik ekspor, para pelaku usaha mikro dan petani lokal dibimbing secara intensif untuk memahami serta menguasai regulasi biosekuriti internasional. Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah sehingga komoditas hortikultura unggulan tidak lagi berhenti sebagai bahan mentah lokal, melainkan naik kelas menjadi produk ekspor bernilai tambah tinggi di kancah dunia.

Senada dengan upaya penguatan di tingkat hulu, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa terbukanya akses pasar langsung ini menjadi momentum emas untuk menyejahterakan para petani dan menciptakan lapangan kerja baru yang luas.

Wilayahnya dinilai memiliki keunggulan geografis yang sangat unik karena mampu melakukan panen durian sebanyak dua kali dalam satu tahun, sebuah kondisi produktivitas yang tidak dimiliki oleh negara pesaing seperti Thailand maupun Malaysia.

Fleksibilitas musim panen inilah yang menjadi modal utama Indonesia untuk menjaga kontinuitas suplai global dan secara bertahap merebut target 5 hingga 10 persen pangsa pasar durian di China, yang berpotensi menyumbang devisa negara hingga belasan triliun rupiah per tahunnya.****

 

Leave a reply