TSN Buka Data Center di Lamongan, Perkuat Konektivitas Internet Lokal

0
8

BI-Perusahaan penyedia layanan data center dan internet exchange, PT Tigabelas Solusi Nusantara (TSN) resmi membuka fasilitas data center sekaligus melakukan peluncuran awal (soft launching) Node IIX-JI di Lamongan, Jawa Timur. Kehadiran infrastruktur ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas internet dan ekosistem digital di kawasan Plat S.

Direktur Utama TSN, M Syamsul Arifin mengatakan TSN merupakan perusahaan penyedia layanan data center dan internet exchange yang dibentuk melalui kolaborasi 13 perusahaan teknologi anggota Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Timur di kawasan Plat S.

Berpusat di Lamongan, kata dia, fasilitas data center tersebut diproyeksikan menjadi simpul konektivitas yang menghubungkan penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP), Network Access Provider (NAP), komunitas RT/RW Net, hingga instansi pemerintah.

“Salah satu layanan yang diperkenalkan adalah Node IIX-JI melalui TSN-IX dengan nomor Autonomous System Number (ASN) AS154682. Infrastruktur ini memungkinkan jaringan lokal melakukan pertukaran trafik internet melalui jalur yang lebih dekat dengan jaringan tujuan,” ujarnya saat Peresmian Data Center TSN dan Node IIX-JI PLAT S di Lamongan, selasa (13/10/2026)

Dengan demikian, menurutnya, trafik yang berasal dari dan menuju jaringan lokal berpeluang tetap dipertukarkan di wilayah yang lebih dekat tanpa harus melewati jalur yang lebih jauh. Skema tersebut diharapkan dapat mendukung efisiensi konektivitas bagi penyelenggara jaringan di Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Mojokerto, Jombang, dan wilayah Jawa Timur lainnya.

Dia menyebut, TSN juga menyiapkan layanan konektivitas Metronet Data Center to Data Center yang menghubungkan fasilitasnya dengan DC Cyber Jakarta dan DC Intiland Surabaya melalui jaringan Multiprotocol Label Switching (MPLS). Selain itu, tersedia layanan Local Link Inner City untuk mendukung kebutuhan konektivitas di kawasan Plat S dan Jawa Timur.

Dari sisi fasilitas, Syamsul mengungkapkan TSN Data Center dirancang untuk mendukung operasional perangkat pelanggan selama 24 jam sehari dan tujuh hari sepekan.

“Infrastruktur yang disediakan meliputi pasokan listrik PLN, uninterruptible power supply (UPS) berkapasitas 40 kVA yang dapat ditingkatkan hingga 100 kVA, serta generator set berkapasitas 100 kVA dengan panel automatic transfer switch-automatic mains failure (ATS-AMF),” jelasnya.

Fasilitas tersebut, lanjut dia, juga dilengkapi sistem pendingin redundan, akses keamanan terbatas, kamera pengawas yang beroperasi 24 jam, serta ruang kontrol terintegrasi.

Syamsul menambahkan untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dan pengoperasian perangkat pelanggan, TSN menawarkan layanan colocation. Layanan ini mencakup fasilitas Meet-Me Room untuk interkoneksi jaringan serta penyewaan ruang perangkat dalam konfigurasi setengah rak (half rack) dan satu rak penuh (full rack).

“Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan infrastruktur digital di kawasan Plat S, terutama bagi penyelenggara jaringan yang membutuhkan fasilitas penempatan perangkat, interkoneksi, dan pertukaran trafik,” ucapnya.

TSN memperoleh dukungan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Ketua Pengurus Wilayah APJII Jawa Timur periode 2024-2028, Yosvensa Setiawan, yang juga menjabat Dewan Pengawas TSN, berharap kehadiran fasilitas data center dan internet exchange tersebut dapat mendorong pemerataan akses internet yang cepat, stabil, dan terjangkau di kawasan Plat S.

“Pembukaan TSN Data Center dan peluncuran awal Node IIX-JI menjadi langkah awal pengembangan simpul digital baru di kawasan tersebut. Ke depan, pemanfaatan fasilitas ini akan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat konektivitas antarpelaku jaringan dan mendukung perkembangan ekosistem digital di Jawa Timur,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum APJII, Muhammad Arif mengatakan mengapresiasi kolaborasi 13 perusahaan tersebut dalam membangun infrastruktur digital di daerah. Menurutnya, pengembangan data center tidak seharusnya hanya terpusat di kota-kota besar seperti kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Dia mengatakan APJII mendorong kolaborasi antaranggotanya untuk memperkuat infrastruktur digital di berbagai wilayah Indonesia. Kebutuhan data yang meningkat seiring perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan digitalisasi turut mendorong pengembangan fasilitas data center.

Menurut Arif, TSN memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sejumlah fasilitas data center lain yang dikembangkan pelaku industri di Jawa Timur karena dibangun melalui kolaborasi 13 perusahaan.

Dia menyebut, selain di Lamongan, sejumlah anggota APJII juga telah mengoperasikan data center di Tulungagung dan Madiun. Sementara itu, fasilitas data center lain juga tersedia di Surabaya.***

Leave a reply