BPS Catat Nilai Ekspor Jatim Sepanjang 2025 Naik 16,61 Persen

BI-Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat nilai ekspor Jawa Timur sepanjang Januari sampai Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 16,61 persen dibandingkan periode sama 2024 yaitu dari 26,07 miliar dolar AS menjadi 30,40 miliar dolar AS.
“Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya kinerja ekspor nonmigas sebesar 18,17 persen dari 25,19 miliar dolar AS menjadi 29,77 miliar dolar AS,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri di Surabaya, Senin.
Di sisi lain, ekspor migas turun cukup tajam 28,02 persen dari 877,97 juta dolar AS menjadi 631,94 juta dolar AS karena menurunnya ekspor minyak mentah 29,09 persen menjadi 567,83 juta dolar AS dan ekspor hasil minyak turun 17,03 persen menjadi 63,87 juta dolar AS.
Untuk Desember, nilai ekspor Jatim 2,77 miliar dolar AS atau naik 31,13 persen dibandingkan Desember 2024 sedangkan nonmigas naik 30,76 persen dibandingkan Desember 2024 menjadi 2,71 miliar dolar AS.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari-Desember 2025, peningkatan tertinggi terjadi pada berbagai produk kimia (HS 38) sebesar 47,50 persen menjadi 1,28 miliar dolar AS dan mayoritas diekspor ke Tiongkok dengan nilai 455,30 juta dolar AS.
Komoditas dengan peningkatan terbesar selanjutnya adalah komoditas perhiasan/permata (HS 71) naik 38,50 persen menjadi 6,86 miliar dolar AS; komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) naik 35,06 persen menjadi 2,38 miliar dolar AS; serta komoditas kakao dan olahannya (HS 18) naik 20,62 persen menjadi 931,87 juta dolar AS.
Komoditas perhiasan/permata paling banyak diekspor ke negara Swiss mencapai 4,41 miliar dolar AS dan Singapura mencapai 1,07 miliar dolar AS sedangkan lemak dan minyak hewani/nabati mayoritas diekspor ke Tiongkok mencapai 1,02 miliar dolar AS dan Malaysia 170,02 juta dolar AS.
Komoditas kakao dan olahannya paling banyak diekspor ke Amerika Serikat mencapai 161,32 juta dolar AS dan Tiongkok ekspor mencapai 105,67 juta dolar AS.
“Untuk komoditas yang mengalami penurunan adalah bahan kimia organik (HS 29) turun 11,78 persen menjadi 1,10 miliar dolar AS,” ujar Ike.
Selama Januari-Desember 2025, ekspor dari sepuluh golongan barang (HS 2 digit) di atas memberikan kontribusi 67,72 persen terhadap total ekspor nonmigas.
Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang itu naik 21,59 persen dibandingkan periode sama 2024 lantaran sebagian besar komoditas ekspor utama Jatim meningkat terutama perhiasan/permata (HS 71).
Apabila ekspor dilihat menurut sektor, ekspor nonmigas Jatim menurut sektor industri pengolahan mencapai 28,30 miliar dolar AS naik 18,85 persen dibandingkan periode sama 2024 didorong oleh meningkatnya ekspor komoditas perhiasan/permata dan komoditas tembaga.
Ekspor sektor industri pengolahan memiliki peran 93,10 persen terhadap total ekspor nonmigas sedangkan ekspor sektor pertanian mencapai 1,40 miliar dolar AS atau naik 8,29 persen didorong oleh komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah serta biji dan buah mengandung minyak.
Pada Desember 2025, ekspor sektor industri pengolahan Jatim mencapai 2,59 miliar dolar AS atau naik 35,12 persen sedangkan ekspor sektor pertanian mencapai 108,42 juta dolar AS atau turun 24,52 persen dibandingkan Desember 2024.***















