Mendag Klaim Harga Minyakita Sudah Turun

BI-Menteri Perdagangan Budi Santoso membantah terkait harga minyak goreng rakyat (Minyakita) masih mahal. Menurut Budi, harga Minyakita sudah mulai mengalami penurunan.
Budi menyebut saat ini Minyakita dibanderol dengan harga Rp 16.300/liter. Padahal sebelumnya mencapai Rp 16.800/liter. Namun, harga tersebut masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) Minyakita Rp 15.700/liter.
“Nah Minyakita sudah turun, turun sekarang 16.300/liter. Kan sebelumnya 16.800/liter,” ujar Budi saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
Budi mengakui saat ini pendistribusian Minyakita oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, seperti ID Food dan Bulog memang belum berjalan. Melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat diatur penyaluran Minyakita melalui BUMN Pangan minimal 30-35%.
“Ya ini kemarin kami sudah ketemu juga dengan ID FOOD, Jadi segera untuk Direalisasikan Ini kan proses B2B ya,” tambah Budi.
Budi menerangkan Minyakita bukan satu-satunya minyak di pasar, masih ada minyak premium dan second brand. Minyakita merupakan bagian dari kewajiban produsen menyuplai pasar domestik (DMO) agar bisa ekspor. Kalau ekspor sedang turun, maka suplai Minyakita (DMO) juga bisa berkurang.
“Nah ini yang juga harus kita Kita pahami Minyak kita itu minyak DMO Kalau misalnya ekspor turun, yaa berarti DMO-nya kan turun, tapi bukan berarti nggak ada minyak. Nah kebetulan saja minyak kita itu pakai juga HET. Jadi kan yang diukur itu kan harga eceran tertinggi,” terang Budi.
Pada saat yang sama, Budi juga membantah adanya isu penimbunan stok daging sapi yang membuat harganya melejit. Budi menyebut harga daging di pasar masih wajar di level Rp 141.000-142.000/kg. Padahal HET harga daging sapi Rp 140.000/kg.
Ia menjelaskan bahwa izin impor untuk pihak swasta maupun BUMN sudah keluar sejak Januari. Saat ini, BUMN sedang dalam proses merealisasikan daging sapi tersebut ke pasar.
“Jadi nggak ada itu kok ditahan-tahan juga nggak semuanya. Kemarin kita sudah-sudah rakor dengan para dinas, para distributor pada prinsipnya siap untuk memasok. Kita jaga terus supaya distribusi berjalan baik berjalan dengan baik pasokan juga tercukupi,” jelas Budi.
Sebelumnya, Plt Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah mengungkapkan secara nasional harga Minyakita masih masuk kategori tidak aman.
“Harga rata-rata nasional Minyakita tercatat Rp18 ribu per liter, masih jauh di atas harga eceran Rp15.700, dengan selisih mencapai 14,6 persen. Meskipun secara bulanan terjadi koreksi tipis, penurunan ini belum signifikan dan belum mampu mengendalikan harga ke level yang seharusnya diterima,” ujar Popy dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, dikutip dari CNN.***















