Purbaya Usul WFH Tiap Jumat, Jatim Pilih Rabu

0
8

BI-Pemerintah mewacanakan kebijakan Work From Home atau WFH sebanyak satu hari dalam seminggu untuk menghemat konsumsi BBM di tengah gejolak dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai hari yang paling tepat untuk melangsungkan kebijakan tersebut adalah Jumat. Pasalnya, dampaknya terhadap tekanan produktivitas paling rendah pada hari tersebut.

“Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil. Sementara perjalanannya sama dari sini ke kantor,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia mengatakan, bagi ASN, Jumat biasanya dijadikan momentum untuk olahraga bersama saat pagi harinya, dan waktu kerja juga terpotong kewajiban salat Jumat. Menurutnya, tak berbeda dengan yang ada di sektor swasta, termasuk di pabrik-pabrik.

“Kalau di sini kan pagi-pagi olahraga, enggak lama salat Jumat, habis salat Jumat leyeh-leyeh, habis itu pulang. Pabrik juga sama kan, paling pendek. Jadi dipilih yang paling sedikit shocknya ke produktivitas,” tutur Purbaya.

Purbaya mengatakan, rencana kebijakan penerapan WFH ini telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Menko Airlangga kemarin secara daring. Rapat itu turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Tito menjelaskan, dalam rapat itu juga membahas kebijakan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM), pascalonjakan harga minyak global. Meskipun begitu, dia masih belum mau membeberkan detail terkait rencana itu.

“Sudah rapat kemarin, rapat hampir tiga atau empat jam. Ya, tapi kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan. Ya saya nggak tahu siapa di istana. Apakah Pak Menko PMK (Pratikno), apakah Menko Ekonomi (Airlangga Hartarto) ataukah nanti oleh Pak Mensesneg (Prasetyo Hadi). Jadi, kita hanya memberikan masukan-masukan saja, tapi saya nggak berwenang untuk menyampaikan ke publik,” kata Tito di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Tito mengatakan salah satu skema yang dipertimbangkan adalah WFH selama satu hari dalam seminggu. Meskipun dia belum mau membeberkan kapan rencana itu akan diterapkan.

“Yang saya dengar itu adalah satu hari selama seminggu. Tapi hari apa yang akan diambil, biar nanti yang putuskan. Nanti kan hasil rapat kemarin akan dilaporkan ke presiden,” katanya.

“Setelah ada arahan bapak presiden, baru nanti diumumkan resmi. Sabar-sabar aja,” lanjutnya.

Seentara itu Gubernur Jatim Khofifah kemarin menyatakan WFH Jatim dipilih tiap Rabu.

Khofifah juga menyoroti bahwa penerapan fleksibilitas kerja yang berdekatan dengan akhir pekan berpotensi meningkatkan konsumsi BBM karena mendorong mobilitas masyarakat bepergian.

“Kalau setiap Jumat menjadi bagian dari long weekend, justru penggunaan BBM bisa meningkat. Orang akan cenderung pulang kampung atau rekreasi,” katanya.

Oleh karena itu, pemilihan hari Rabu sebagai jadwal WFH dimaksudkan agar tidak beririsan dengan akhir pekan, sehingga dapat menekan mobilitas harian tanpa memicu lonjakan perjalanan jarak jauh.****

Leave a reply