Menteri Teten Dorong Kelembagaan dan Hilirisasi Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani

0
100

BI – Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menegaskan bahwa kelembagaan dan hilirisasi adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

Menurutnya, saat ini masih banyak petani yang belum memiliki kelembagaan dan belum melakukan hilirisasi pada produk pertaniannya.

MenKopUKM Teten Masduki mengungkapkan hal ini saat melakukan kunjungan ke Koperasi Produsen Tani Kini Dharma Kriya dengan komoditas unggulan Kopi Arabika dan Jeruk Siam di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali pada Senin, 1/5/2023.

Ia mencontohkan bahwa di Amerika dan New Zealand, petani dapat membentuk corporate farming dengan ribuan hektar lahan yang efisien.

Ia menegaskan bahwa para petani harus berusaha dalam luasan yang ekonomis dan mengembangkan korporatisasi petani melalui koperasi.

Menteri Teten menyarankan agar petani dapat mencontoh pembentukan korporatisasi yang telah berhasil dilakukan di beberapa tempat di Indonesia, seperti di Lampung di mana 600 orang petani tergabung dalam koperasi yang mengembangkan kebun pisang di lahan 400 ha dan menanam pisang jenis mas kirana Lumajang untuk diekspor ke Singapura dan Jepang.

Menteri Teten menegaskan bahwa petani harus menggabungkan diri dan dikonsolidasi untuk membangun koperasi agar dapat memenuhi standar ekspor yang dibutuhkan.

Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mengembangkan korporatisasi farming di Ciwidey, Jawa Barat, yang berhasil memproduksi sayur-sayuran dan menyuplai ke berbagai pasar ritel modern.

Menurut Menteri Teten, kelembagaan dan hilirisasi menjadi penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Petani harus menanam varietas produk sesuai permintaan pasar termasuk volume dan kapan panennya.

Dengan adanya pertanian terencana, petani dapat menghindari keluhan saat panen harga jatuh.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedhana Artha menyambut baik kehadiran Menteri Teten di Kintamani dan mengungkapkan bahwa Kintamani memiliki potensi komoditas kopi dan jeruk yang sudah dikenal baik di kancah nasional maupun internasional terutama untuk kopi arabika.

Dia berharap kehadiran Menteri Teten dapat mendukung terbentuknya korporatisasi petani di Bangli agar komoditas unggulan mereka dapat menyejahterakan petani dan menjadi kekuatan ekonomi bagi masyarakat setempat.**

Leave a reply