Indeks Kinerja Logistik Indonesia 2023 Turun, Aptrindo Beri Tiga Catatan Ini

0
85

BI – Indeks Kinerja Logistik Indonesia (LPI) 2023 menurun 17 peringkat menjadi posisi 63 dari sebelumnya 46 pada tahun 2018, menurut laporan Bank Dunia. Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, memberikan tanggapannya terhadap laporan tersebut, dengan memberikan tiga catatan yang relevan.

Gemilang menyatakan bahwa laporan Bank Dunia didasarkan pada wawancara dengan responden logistik pemain internasional, sehingga hasilnya merupakan “persepsi” mengenai kemudahan bertransaksi di bidang logistik di Indonesia yang masih dinilai kurang.

Dia juga menyoroti bahwa meskipun infrastruktur jalan telah dikembangkan secara masif, biaya logistik masih terlalu tinggi. Selain itu, ia mencatat bahwa digitalisasi di sektor logistik Indonesia baru berlangsung di beberapa area saja dan belum mencakup seluruh rantai proses.

Meskipun demikian, Gemilang menyatakan bahwa laporan Bank Dunia bisa dijadikan acuan untuk memperbaiki sektor logistik di Indonesia. Laporan tersebut mengukur enam dimensi, termasuk customs, infrastructure, international shipments, logistics competence and quality, timelines, dan tracking & tracing.

Menurut Gemilang, salah satu dimensi yang dinilai oleh Bank Dunia, yaitu timelines, sering mengalami gangguan karena beberapa faktor, seperti seringnya down-nya sistem layanan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) di bea cukai dan larangan operasi truk yang terlalu sering.

Laporan Bank Dunia tersebut melibatkan 139 negara. Data LPI 2023 menempatkan Singapura sebagai peringkat pertama dengan skor 4,3, diikuti oleh Finlandia (4,2), Denmark (4,1), dan Jerman (4,1). Pada tahun 2018, peringkat pertama ditempati oleh Jerman dengan skor 4,2, sementara Singapura berada di peringkat ketujuh dengan skor 4,0.

Untuk negara-negara ASEAN, peringkat LPI 2023 tertinggi setelah Singapura adalah Malaysia (peringkat 31), diikuti oleh Thailand (37), Filipina (47), Vietnam (50), Indonesia (63), Kamboja (116), dan Laos (82). Namun, LPI 2023 tidak mencakup Brunei dan Myanmar yang pada tahun 2018 berada di peringkat 80 dan 137.**

Leave a reply