Indonesia SEZ Forum 2023: Menggeloranya Potensi Ekonomi Melalui Kawasan Ekonomi Khusus

0
107

BI  – Momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia telah tiba dengan digelarnya acara “Indonesia SEZ Forum 2023”. Dalam acara yang diadakan di Ballroom I, The Westin Surabaya, Pakuwon Mall, para pelaku usaha dan pemangku kepentingan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dari seluruh penjuru Tanah Air berkumpul, turut hadir dalam acara tersebut Mohammad Soleh dari Forum Komunikasi Pengusaha (FORKAS) untuk merajut jaringan dan memperdalam pemahaman mengenai peran strategis KEK dalam pengembangan ekonomi daerah.

Rangkaian acara dimulai dengan Welcoming Speech dari Wakil Gubernur Jawa Timur yang memberikan pembukaan yang hangat. Acara ini juga dimeriahkan oleh Opening Remarks dari Menko Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional KEK, yang memberi pandangan luas mengenai arah kebijakan KEK dalam menghadapi tantangan dinamika global.

Dilanjutkan dengan sambutan Plt. Sekjen Denas KEK, Susiwijono yang memberikan arahan yang inspiratif, menekankan pentingnya meningkatkan kinerja di tengah ketidakpastian global. Selain itu ia juga membagikan keyakinannya bahwa pengembangan KEK akan menjadi daya ungkit penting dalam menghadapi gejolak perekonomian global. Capaian positif KEK dalam hal penerapan hilirisasi, investasi, dan pertumbuhan pelaku usaha memberikan semangat baru bagi perekonomian nasional.

Dalam penutupan sambutannya yang berapi-api, Plt. Sekjen Denas KEK, Susiwijono, tidak hanya mengutarakan rasa syukur atas fundamental ekonomi yang kuat dan pertumbuhan yang tinggi, tetapi juga mengajak semua pihak terlibat untuk mengoptimalkan momen positif ini dengan meningkatkan kinerja mereka.

Pada sesi pertama dengan tema “Arah Kebijakan KEK Menghadapi Dinamika Global” menjadi panggung bagi para pembicara terkemuka, seperti Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, yang berbicara tentang dukungan pemerintah daerah dan manfaat KEK bagi perkembangan wilayah. Tidak ketinggalan, Satya Bhakti Parikesit, Deputi Bidang Perekonomian, Sekretariat Kabinet, memberikan wawasan tentang arahan Presiden terkait Kawasan Ekonomi Khusus.

Pentingnya implementasi fasilitas dan kemudahan melalui Sistem Aplikasi KEK disampaikan oleh Agus Rofiudin, Kepala Lembaga National Single Window, Kementerian Keuangan. Acara ini juga menjadi ajang untuk mendengarkan pandangan dari akademisi, seperti Abdul Ghofar, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, yang membahas pengembangan KEK sebagai sarana perbaikan neraca perdagangan Indonesia.

Sesi kedua mengangkat tema “Penguatan Peranan Kawasan Ekonomi Khusus dalam Pengembangan Ekonomi Wilayah”. Dico Mahtado Ganinduto, Bupati Kendal, memberi perspektif mengenai efek berlipat pengembangan KEK terhadap ekonomi regional. Diskusi semakin menarik dengan pandangan dari Chaikal Nuryakin, Kepala LPEM Universitas Indonesia, yang menggarisbawahi peran KEK sebagai daya ungkit dalam mengembangkan perekonomian wilayah.

Dalam suasana penuh antusiasme, Sanny Iskandar, Ketua Umum HKI, KADIN Indonesia, berbicara tentang upaya peningkatan daya saing kawasan industri melalui pengembangan KEK. Selain itu, Bambang Soetiono, Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BUPP KEK Gresik), dan Hary Panca, Wakil Presiden Hubungan Pemerintah PT Freeport Indonesia, juga membagikan pandangan tentang pengembangan KEK dan pemanfaatan fasilitasnya.

Acara berlangsung dengan penuh semangat dan kolaborasi, menciptakan ruang bagi networking yang berharga di antara para peserta. Indonesia SEZ Forum 2023 berhasil menciptakan momentum inspiratif dan kolaboratif, menggugah semangat para pelaku ekonomi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan harapan besar, KEK akan terus menjadi katalisator bagi perekonomian Indonesia yang lebih tangguh dan inklusif.**

Leave a reply