Pengusaha Minta Aksi Cepat, Industri Jatim Harus Diselamatkan

BI – Pada Rabu, 13/09/2023, Focus Group Discussion (FGD) mengenai perkembangan dan prospek sektor industri dan perdagangan di Provinsi Jawa Timur tahun 2023 telah diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Jatim.
Hasil dari acara ini akan menjadi salah satu sumber rekomendasi penting, baik bagi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam FGD tersebut, M. Turino Junaedy, yang menjabat sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Pengusaha (Forkas), turut serta sebagai narasumber.
Junaedy dalam penjelasannya menguraikan tentang kinerja industri dan perdagangan Jatim pada semester pertama tahun 2023, terutama fokus pada komoditas utama seperti minyak nabati, emas/perhiasan, produk kimia, alas kaki, furnitur, olahan ikan, tembaga, dan kertas.
Selain itu, ia juga mengungkapkan dampak penurunan kondisi global terhadap perusahaan di Jatim, serta tantangan dan isu-isu strategis yang berkaitan dengan perkembangan industri di Jatim.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Budianto Budi, Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Jatim, yang memaparkan penurunan omset yang drastis dan ancaman penerapan peraturan anti deforestasi di Uni Eropa yang dihadapi oleh industri mebel dan kerajinan di Jatim.
Sementara itu, Ali Mas’ud, Sekretaris Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim, mengungkapkan bahwa kondisi perusahaan sepatu di Jatim saat ini sangat mengkhawatirkan, dengan banyaknya perusahaan yang harus menutup operasionalnya.
Menanggapi berbagai permasalahan dalam industri Jatim, Junaedy mengajukan permintaan agar apa yang telah dibahas dalam FGD hari ini mendapatkan tindak lanjut yang efektif, terutama dalam menangani banyaknya perusahaan di berbagai sektor yang terpaksa menutup usahanya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi harus segera mengambil langkah-langkah penyelamatan untuk industri di Jatim.
Junaedy juga mengajak semua pihak terkait untuk menjadwalkan pertemuan secara rutin guna membahas perkembangan dan isu-isu terkini dalam dunia industri.