Menggairahkan Bisnis Baja: IISIA Business Forum 2023 Segera Digelar

0
81

BI – Dalam upaya memfasilitasi pertemuan bisnis yang saling menguntungkan, Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap menggelar IISIA Business Forum (IBF) 2023. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi wadah yang memungkinkan terjadinya business matching antara berbagai pihak yang terkait.

Purwono Widodo, yang menjabat sebagai Chairman IISIA dan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dalam konferensi pers pada Senin (6/11/2023)menegaskan bahwa IBF tahun ini akan menjadi kesempatan berharga bagi industri baja di Indonesia.

IISIA berharap IBF 2023 akan menjadi platform yang mampu memfasilitasi business matching di antara para stakeholder dalam industri baja, membuka peluang kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan, dan mendorong pertumbuhan industri baja.

Lebih lanjut, tujuan IBF adalah untuk memperlihatkan perkembangan industri baja nasional, serta memperkenalkan teknologi terbaru dalam pembuatan besi baja, terutama teknologi yang berfokus pada konsep green industry. Selain itu, kegiatan ini juga akan melibatkan diskusi bersama pihak-pihak terkait untuk merumuskan pengembangan industri baja ke depan.

Salah satu aspek yang akan dibahas adalah penyusunan roadmap pengurangan emisi CO2 di industri baja nasional menuju target Net Zero Emission, yang merupakan langkah penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

IISIA Business Forum 2023 dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 9-11 November 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD), Tangerang, Banten.

Kegiatan ini akan diikuti oleh lebih dari 90 peserta yang berasal dari perusahaan nasional, perusahaan asing, kementerian, asosiasi, institusi pendidikan, serta undangan khusus kepada UMKM untuk ikut serta dalam memeriahkan acara ini. Untuk mendukung kelancaran IBF, sebanyak 50 sponsor dari perusahaan nasional dan internasional telah memberikan dukungan mereka.

Saat ini, perkembangan industri baja nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. IISIA memproyeksikan bahwa kebutuhan baja nasional pada tahun 2045 akan mencapai 100 juta ton dengan nilai investasi yang mencapai USD100 miliar. Hal ini mencerminkan potensi pertumbuhan yang besar dalam industri baja Indonesia.

Leave a reply