Mi Goreng, Paling Disuka Konsumen Indonesia

BI-Ada empat negara Asia Tenggara yang masuk 10 Besar Pengonsumsi Mie Instan di Dunia.Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Thailand termasuk di antara 10 pasar mi instan terbesar di dunia, dengan konsumsi gabungan mencapai 31,3 miliar porsi tahun lalu.
Berada di peringkat kedua secara global setelah China, Indonesia mengonsumsi 14,5 miliar porsi, 51% lebih tinggi daripada pasar terbesar ketiga di dunia, India, menurut laporan yang dirilis bulan ini oleh Asosiasi Mie Instan Dunia.
Mie goreng adalah jenis mie yang paling populer di kalangan konsumen Indonesia. Mie goreng dengan rasa sayur, ayam, dan udang yang diberi bumbu cabai banyak dikonsumsi. Karena sebagian besar penduduk beragama Islam, banyak produk yang halal.
Vietnam menempati peringkat keempat dengan 8,2 miliar porsi. Namun dalam hal konsumsi per kapita, negara ini memimpin dunia dengan 81 porsi per orang.
Menurut laporan WINA, campuran udang dan jeruk nipis adalah rasa yang paling populer di negara itu, dan masyarakat Vietnam lebih menyukai mi yang kenyal.
Mereka juga menambahkan bawang bombai, lemon, dan cabai ke dalam mi instan yang sudah dimasak. Selain mi tepung terigu, banyak produk menggunakan mi beras “pho”, yang merupakan mi khas Vietnam.
Filipina berada di peringkat ketujuh secara global dengan konsumsi 4,3 miliar porsi, turun 3,5% dari tahun 2024.
Jenis yang paling populer adalah mi goreng yang disebut “Pancit Canton.” Rasa Calamondin (buah jeruk) dan cabai pedas populer, sementara rasa makanan laut juga populer untuk mi kuah. Karena orang Filipina suka ngemil, mereka menikmati mi instan kemasan cup mini.
Thailand menempati peringkat kedelapan dengan hampir 4,2 miliar porsi, angka tertinggi yang pernah tercatat. Tom yum, suki Thailand, dan rasa daging babi cincang populer di Thailand. Secara umum, rasa pedas dengan cabai lebih disukai.
Dalam daftar 10 besar, Jepang, tempat mi instan pertama kali diproduksi secara komersial, berada di peringkat kelima dengan 5,9 miliar porsi.
Amerika Serikat berada di peringkat keenam dengan 5,2 miliar porsi, sementara Korea Selatan dan Nigeria melengkapi daftar tersebut dengan masing-masing 4,1 miliar dan 3,1 miliar porsi.
China tetap menjadi pasar mi instan terbesar di dunia, dengan 43,3 miliar porsi, kira-kira setara dengan total gabungan dari lima pasar terbesar berikutnya.
Permintaan global untuk mi instan mencapai 124 miliar porsi tahun lalu, naik 0,7% dari tahun 2024.***















