MPR Pastikan Program Kompor Listrik Gratis Bergulir Tahun 2027

0
10

BI-Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno memastikan program konversi energi ke kompor listrik atau induksi akan direalisasikan pada tahun 2027.

Pemerintah bersama legislatif telah menyiapkan skema serta anggaran khusus untuk membagikan paket kompor listrik secara gratis kepada rumah tangga guna menekan ketergantungan pada impor LPG 3 kilogram.

Eddy menyampaikan, alokasi dana untuk program ini sudah masuk dalam pembahasan anggaran tahun depan. Langkah konversi ini dinilai jauh lebih efisien dan ekonomis dibandingkan beban subsidi serta impor gas nasional.

Baca Juga: Bank Indonesia Beri Insentif DNDF untuk Kurangi Permintaan Dolar AS

“Rumah tangga hari ini masih masak menggunakan LPG, kita ganti dengan kompor listrik, kompor induksi. Di dalam pembahasan kita dengan Kementerian ESDM, untuk anggaran 2027 sudah ada anggaran khusus untuk pemberian kompor-kompor induksi kepada rumah tangga. Diberikan gratis,” ujarnya dalam acara Kompas.com Talks: Urgensi Reformasi Subsidi Energi, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Eddy menjelaskan, fasilitas cuma-cuma tersebut disiapkan lengkap hingga tahap instalasi jaringan daya di rumah penerima manfaat. Skema pembagian ini dirancang sedemikian rupa agar masyarakat dapat langsung menggunakannya secara praktis tanpa merogoh kocek.

“Diberikan gratis kompornya, diberikan gratis alat memasaknya, (modelnya) ada yang satu rata, yang satu semi bulat, dan diberikan pemasangan listriknya gratis. Nah itu kita hitung masih jauh lebih murah daripada kita impor LPG 3 kg,” jelasnya.

Eddy menuturkan, resistensi terhadap program tersebut di parlemen kini mulai berkurang seiring membaiknya edukasi publik serta kesiapan manufaktur domestik.

Dia bilang, langkah konversi ini juga diarahkan untuk menyerap industri dalam negeri agar menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi hijau.

“Kita juga jangan lupa, jangan sampai transisi energi kita melupakan industri dalam negeri. Pesta transisi energi kita itu bernilai US$ 190 miliar, yang harus menikmati adalah industri dalam negeri. Harus ada green industries yang tumbuh, harus ada green jobs yang dihasilkan. Oleh karena itu jangan sampai nanti kita mau transisi energi, tapi semuanya impor. Kasihan anak bangsa kita, tidak bisa membangun industri dan manufakturnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran untuk pengadaan kompor listrik di pada Pagu Indikatif tahun 2027.

Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dianjurkan Kementerian ESDM cukup jumbo yakni sebesar Rp 815,56 miliar. Di mana ini masuk ke pos anggaran milik Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE).

Bahlil menjelaskan, besarnya anggaran tersebut untuk kompor listrik demi mewujudkan pengurangan konsumsi LPG dalam rangka mencari alternatif energi lainnya.

“Kompor listrik karena ini kita ingin mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain, jadi energi yang kita dorong ke depan tidak hanya tentang LPG tapi kompor listrik, CNG, macam-macam kita buat, itu sebesar Rp 815,56 miliar,” ujarnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026

Selain kompor listrik, ada juga anggaran untuk pengadaan motor listrik yang mencapai Rp 635,24 miliar. Bahlil menuturkan, pihaknya bakal terus berkoordinasi dengan anggota DPR dalam menyalurkan kompor listrik ini nantinya.

“Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari bapak ibu anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya kita bisa melakukan kerja sama dan sinkronisasi,” tandasnya.***

Leave a reply