Mixue Group Tutup Ratusan Gerai di Indonesia dan Vietnam Demi Efisiensi

0
11

BI-Raksasa waralaba food and beverage (F&B) asal China, Mixue Group, dilaporkan telah menutup ratusan gerainya di pasar internasional, dengan penurunan terbesar terjadi di Indonesia dan Vietnam. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi rasionalisasi dan optimalisasi bisnis global perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru Mixue Group, jaringan gerai internasional mereka menyusut sebanyak 428 unit sepanjang tahun 2025. Tren pengurangan ini berlanjut pada paruh pertama tahun ini, di mana Mixue kembali menutup 89 gerai pada semester I tahun 2026. Indonesia dan Vietnam menjadi dua wilayah dengan jumlah penutupan gerai paling signifikan.

Manajemen Mixue Group menegaskan bahwa penutupan ini bukanlah tanda kebangkrutan, melainkan langkah koreksi komersial yang sengaja diambil demi meningkatkan stabilitas operasional jangka panjang. Pengurangan ini menyasar gerai-gerai yang dinilai tidak produktif atau mengalami penurunan performa secara konsisten.

Dampak Oversaturasi dan Tantangan Waralaba
Pengamat bisnis menilai penutupan massal ini dipicu oleh ekspansi yang terlalu agresif pada tahun-tahun sebelumnya. Jarak antar-gerai Mixue yang sangat berdekatan di beberapa wilayah memicu fenomena kanibalisme bisnis, di mana sesama gerai Mixue saling memperebutkan konsumen yang sama.

Selain itu, skema unit economics Mixue juga menjadi tantangan bagi para mitra franchise. Dengan harga produk yang sangat murah dan margin laba yang tipis, gerai diwajibkan menjaga volume penjualan yang sangat tinggi untuk menutup biaya operasional tetap, seperti sewa tempat dan gaji karyawan. Penurunan volume penjualan akibat kejenuhan pasar membuat banyak mitra mandiri kesulitan mempertahankan bisnis mereka.

Laba Korporasi Justru Melonjak
Meski jumlah gerai di Asia Tenggara berkurang, strategi bersih-bersih ini terbukti efektif bagi kesehatan finansial perusahaan secara keseluruhan. Bersamaan dengan penutupan gerai yang tidak efisien, laba bersih korporasi Mixue dilaporkan melonjak hingga 33%.

Saat ini, Mixue Group mulai mengalihkan fokus geografis ekspansinya ke pasar-pasar baru di luar Asia Tenggara yang belum jenuh, seperti Amerika Serikat dan Kazakhstan, guna mempertahankan pertumbuhan global mereka.***

 

Leave a reply