Keterisian Batik Air Rute Surabaya-Kuala Lumpur Tembus 100%

0
12

BI-Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan load factor maskapai Batik Air rute Surabaya–Kuala Lumpur akhir-akhir ini tercatat senantiasa menyentuh 100% seiring dengan peningkatan permintaan perjalanan langsung via jalur udara dari wilayah Jawa Timur menuju Negeri Jiran.

Ia menyebut Batik Air dengan rute Surabaya-Kuala Lumpur berdurasi 2 jam 40 menit mampu melayani penerbangan dua kali dalam sehari dengan kapasitas penumpang 156 kursi dalam setiap penerbangan sehingga perseroan dapat menyediakan lebih dari 300 kursi per harinya.

“Kapasitasnya sehari ada dua kali itu ada 156 kursi, dan itu selalu penuh setiap harinya. Jadi 300 load factor-nya itu tren terkini itu sampai 100%,” ungkap Danang dikutip Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, rute Surabaya–Kuala Lumpur selama ini mendukung berbagai kebutuhan perjalanan, baik bagi masyarakat Indonesia maupun Malaysia sekalipun, di antaranya untuk kepentingan bisnis, perdagangan, pertemuan, pameran, hingga mobilitas tenaga profesional.

“Penerbangan langsung memberikan pilihan perjalanan yang lebih praktis bagi pelaku usaha yang membutuhkan mobilitas antara Indonesia dan Malaysia,” katanya.

Tak hanya itu, Danang menjelaskan untuk mengakomodasi kebutuhan umrah, penerbangan langsung Surabaya-Kuala Lumpur juga dapat dilanjutkan menuju Jeddah.

Sementara itu, pengguna jasa Batik Air pada rute tersebut juga meliputi pangsa pasar sektor pendidikan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar atau dosen terbang, penelitian, hingga pertukaran pelajar atau mahasiswa.

“Untuk mengakomodir kebutuhan ibadah umrah pasca atau setelah haji hingga nanti menuju sebelum menjelang Lebaran, pilihan transit di Malaysia itu bisa terakomodir karena Batik Air punya penerbangan langsung dari Surabaya menuju ke Kuala Lumpur, dan dari Kuala Lumpur langsung ke Jeddah,” ucap dia.

Selain itu, Danang menyebut Batik Air juga menawarkan pengalaman perjalanan bagi masyarakat dengan membuka rute perjalanan yang beragam dari Kuala Lumpur menuju Penang, Johor Bahru, Kota Bharu, Kuching, Miri, Sibu, Tawau, hingga Kota Kinabalu.

Tak hanya itu, Batik Air juga menjadikan Surabaya hub dengan sejumlah wilayah di Indonesia Tengah dan Timur sehingga masyarakat dari berbagai daerah di penjuru tanah air dapat melanjutkan perjalanan mancanegara melalui Kuala Lumpur.

“Melalui Bandar Udara Internasional Juanda, masyarakat dari berbagai kota di Indonesia tengah dan timur dapat terlebih dahulu menuju Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan langsung ke Malaysia. Di antaranya Pangkalan Bun, Sampit, Palangkaraya, Berau, Samarinda, Tarakan, Labuan Bajo, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Manado, Ternate, Ambon, Banyuwangi, Jember, Kediri, serta berbagai kota lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Assistant Marketing Manager Tourism Malaysia Jakarta Savita Sarah Ashari menjelaskan Indonesia menjadi negara dengan penyumbang visitor arrival terbesar kedua menuju Malaysia sepanjang 2025 dengan 4.266.358 kunjungan.

“Indonesia itu salah satu market penting untuk Malaysia karena memang sudah masuk di top time visitor arrival to Malaysia. Indonesia adalah negara kedua penyumbang visitor arrival terbanyak, yaitu kita sudah menyumbang 4,2 juta arrival ke Malaysia,” ungkap Savita.

Ia menjelaskan kuantitas tersebut tercatat meningkat sebesar 2,9% dibandingkan 2024 dan 9,9% bila dibanding 2019, di mana jumlah kunjungan turis asal Indonesia di Malaysia tercatat mencapai 3.882.666 orang.****

Leave a reply