Harga Beras Mulai Menjauh dari HET, Begini Tanggapan Kemendag

0
13

BI-Kementerian Perdagangan (Kemendag) mulai menyoroti kenaikan harga beras di pasaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan harga tersebut terjadi pada beras medium maupun premium di sejumlah wilayah dan mulai menjauhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, mengatakan harga beras medium di beberapa zona masih berada di atas HET.

“Harga beras medium sebenarnya untuk zona 1 udah berada di bawah HET. Namun untuk zona 2 dan 3 tadi juga disampaikan BPS ini masih di atas HET,” katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Senin (11/5/2026).

Kemendag mencatat rata-rata nasional harga beras medium mencapai Rp 13.700 per kilogram (kg). Secara rinci, harga beras medium di zona 1 mencapai Rp 13.400/kg atau 1,01% di bawah HET. Sementara itu, harga beras medium di zona 2 mencapai Rp 14.500/kg atau 3,38% di atas HET, sedangkan zona 3 mencapai Rp 17.500/kg atau 13,05% di atas HET.

Di sisi lain, rata-rata nasional harga beras premium tercatat mencapai Rp 15.400/kg. Untuk beras premium zona 1, harga mencapai Rp 15.000/kg atau 0,38% di atas HET. Kemudian, harga beras premium zona 2 mencapai Rp 16.300/kg atau 5,59% di atas HET, sedangkan zona 3 mencapai Rp 20.000/kg atau 26,49% di atas HET.

“Harga beras premium cenderung mengalami peningkatan dibandingkan bulan lalu,” ungkap Nawandaru.

Menurut Nawandaru, kenaikan harga beras dipicu oleh meningkatnya harga gabah di tingkat hulu yang kini mencapai Rp 7.600 hingga Rp 8.000 per kg. Selain itu, kenaikan biaya plastik kemasan dan ongkos transportasi juga turut mendorong naiknya harga beras di pasaran.

Kemendag mengingatkan bahwa kenaikan harga beras perlu diwaspadai karena komoditas tersebut menjadi salah satu penyumbang inflasi pada April 2026. Secara bulanan, inflasi beras tercatat sebesar 0,02%, sedangkan secara tahunan mencapai 0,18%.

Untuk menekan kenaikan harga, Kemendag meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras ke pasar-pasar rakyat.

“Untuk SPHP beras bisa dioptimalkan ke pengecer di pasar rakyat karena komoditas ini sama bisa disalurkan kepada pedagang di pasar rakyat,” ungkap Nawandaru.

Sementara itu, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS), Sarpono, juga menyampaikan bahwa harga beras mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

BPS mencatat harga beras medium hingga minggu pertama Mei 2026 naik 0,03% dibandingkan April 2026. Adapun harga beras premium mengalami kenaikan sebesar 0,28% dibandingkan periode yang sama.

Sarpono menyebut sejumlah kabupaten bahkan mencatat harga beras yang jauh melampaui ketetapan HET. Untuk beras medium, Kabupaten Bengkayang mencatat harga Rp 16.000/kg atau 14,29% di atas HET. Selanjutnya, Kabupaten Mahakam Ulu mencapai Rp 19.100/kg atau 36,43% di atas HET, sedangkan Kabupaten Intan Jaya mencapai Rp 45.000/kg atau 190% di atas HET.

Pada beras premium, Kabupaten Murung Raya mencatat harga Rp 18.150/kg atau 17,86% di atas HET. Kemudian Kabupaten Kolaka Timur mencapai Rp 17.333/kg atau 16,33% di atas HET, sementara Kabupaten Sambas tercatat Rp 17.750/kg atau 15,26% di atas HET. ****

Leave a reply