Pembangunan Sekolah Rakyat Diklaim Serap 59.541 Pekerja

0
11

BI-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap proyek prioritas Presiden Prabowo Subianto yakni konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II telah menyerap sebanyak 59.541 tenaga kerja konstruksi di berbagai wilayah Indonesia.

Penyerapan tenaga kerja tersebut mencakup pekerja lapangan, tenaga teknis, operator alat berat, hingga tenaga pendukung yang tersebar di berbagai provinsi.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pembangunan infrastruktur pendidikan ini menjadi instrumen pemerintah dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus investasi sumber daya manusia.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Dody dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (16/5/2026).

Hingga awal Mei 2026, progres fisik rata-rata pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II tercatat mencapai 45,91%, naik dari posisi 40,27% pada pekan sebelumnya.

Beberapa wilayah mencatatkan progres signifikan, di antaranya Kota Medan sebesar 64,48%, Kabupaten Sragen 63,22%, serta Kota Bengkulu yang mencapai 62,17%.

Pemerintah menargetkan seluruh proyek Sekolah Rakyat Tahap II tuntas pada 20 Juni 2026 melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan lintas direktorat.

Strategi percepatan dilakukan dengan pengerjaan bangunan secara paralel, penambahan jam kerja lembur, hingga penggunaan teknologi struktur baja dan hollow core slab.

Proyek ini dibangun secara permanen di atas lahan 5–10 hektare yang mencakup fasilitas terpadu tingkat SD, SMP, hingga SMA dengan dukungan teknologi digital dan asrama.

Kementerian PU menginstruksikan seluruh BUMN Karya dan penyedia jasa konstruksi untuk memastikan mobilisasi material dan alat berat berjalan optimal demi mengejar target kontrak.***

Leave a reply