Gubernur Laksanakan Misi Dagang ke Aceh Berharap Peningkatan Produksi

0
146

BI – Misi dagang dan investasi merupakan upaya dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk meningkatkan neraca perdagangan antarprovinsi melalui misi perdagangan dan investasi.

Kali ini, Selasa (25/10/2022), Gubernur Khofifah memimpin misi perdagangan dan investasi pertama antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam di Amel Convention Hall Hotel Aceh, Banda Aceh.

Gubernur Khofifah membuka misi dagang dan investasi kali ini dengan mengajak seluruh peserta sholawat nabi dengan khidmat hingga orang nomor satu di Jawa Timur tersebut meneteskan air mata.

Turut hadir dalam misi dagang dan investasi tersebut Ketua Komisi B DPRD Prov. Jatim, Sekda Prov. Aceh, Sekda Prov. Jatim, Kepala KPw BI Jatim, Kepala OJK Aceh, Kepala BPS Jatim, Bupati Aceh Besar (Pj), Bupati Piedi (Pj) dan Walikota Banda Aceh.

Juga hadir sejumlah kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jatim, pelaku usaha dan beberapa organisasi masyarakat termasuk FORKAS yang diwaliki oleh M. Taufik Aldjufri selaku Ketua bidang Koperasi Pasar Turi.

Lebih lanjut M. Taufik Aldjufri berharap agar pelaku usaha Aceh mau mengembangkan pangsa pasarnya di Jatim dengan membuka kios/stand di Pasar Turi sebagai pasar terbesar.

Misi dagang antara provinsi Jawa Timur dan Aceh adalah hubungan kerjasama yang keduanya secara proaktif melaksanakan. Dengan demikian, neraca perdagangan kedua provinsi ini saling menguatkan.

Sejauh ini Jawa Timur telah melakukan perjalanan dinas ke 27 provinsi. Jawa Timur dan Aceh menjalin hubungan perdagangan yang luar biasa. Berdasarkan data BPS, total untuk 2021 adalah Rp 34,12 miliar pada 2021. Alhamdulillah, 33 transaksi dengan total nilai 197 miliar dilakukan dalam kegiatan misi dagang dan investasi kali ini.

Angka ini terdiri dari penjualan Jatim ke Aceh senilai 161,8 miliar rupiah untuk penjualan dari bahan bangunan, rokok, tekstil, bahan baku kulit, kerjasama pengelolaan kawasan industri serta alat kesehatan.

Sedangkan nilai pembelian Jatim ke Aceh senilai Rp 35,1 miliar untuk beberapa komoditas antara lain udang vaname, kopra serta kepiting soka. Misi Dagang ke Jawa Timur – Aceh ditutup selama delapan jam dan rekor transaksi adalah Rp.197.017.200.000.

Bertemu dengan pengusaha dari Jawa Timur dan Aceh dalam misi dagang ini, Gubernur Khofifah berharap dapat meningkatkan potensi produk yang dihasilkan. Ini termasuk produk industri, perdagangan, perikanan, pertanian dan peluang investasi lainnya.

Kerja sama ini dilaksanakan secara terpadu untuk memenuhi kompensasi impor (bahan baku) dan kebutuhan lainnya, yang diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan internal yang bermanfaat bagi Jawa Timur dan Aceh, khususnya mendorong pertumbuhan ekonomi negara.

Gubernur Khofifah menjelaskan, Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan bidang lain yang dilakukan Pemprov Jatim dan Pemprov Aceh secara kolaboratif. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM ASN antar kedua provinsi.**

 

Leave a reply