HKTI Dorong Petani Kembangkan Sorgum sebagai Tanaman Pangan Alternatif

0
88

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengarahkan para petani untuk mengembangkan kembali budi daya sorgum atau gandrung sebagai solusi pengganti beras yang cocok dalam menghadapi El Nino. Dalam sebuah acara Temu Profesi PENAS, Subuh Prabowo, Direktur Eksekutif DPN HKTI, menjelaskan mengenai pentingnya budi daya sorgum.

Dalam acara Temu Profesi PENAS Petani Nelayan XVI yang diadakan di Padang, Sumatera Barat, Subuh menekankan bahwa sorgum memiliki potensi untuk tumbuh di lahan kritis yang selama ini tidak dimanfaatkan. Keistimewaan sorgum yang membutuhkan sedikit air menjadikannya sebagai alternatif pangan yang menarik.

Subuh menegaskan bahwa penggunaan sorgum bukan untuk menggantikan beras, melainkan sebagai pilihan alternatif dalam masyarakat. Oleh karena itu, tidak ada perlombaan antara sorgum dan beras.

Pada kesempatan tersebut, Fery Arlius, Ketua DPD HKTI Sumatera Barat dan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, menjelaskan bahwa sorgum memiliki kemampuan unik untuk menampung air dan mengurangi penguapan, sehingga sangat cocok dalam menghadapi El Nino. Sorgum dapat tumbuh dengan baik di lahan kritis tanpa menggantikan tanaman padi atau tanaman lain yang tumbuh di lahan subur.

Fery Arlius menjelaskan bahwa sorgum merupakan pilihan yang tepat untuk ditanam di lahan kritis karena memiliki kemampuan menampung air dengan efisien.

Diana Widiastuti, Wakil Sekjen DPN HKTI dan petani yang sukses membudidayakan sorgum, menjelaskan bahwa seluruh bagian dari tanaman sorgum memiliki manfaat ekonomi yang beragam. Bulir sorgum dapat digunakan sebagai alternatif pangan beras maupun pakan ternak, sedangkan daun dan batangnya dapat dijadikan pakan untuk sapi dan kambing. Bahkan, akarnya juga dapat dimanfaatkan untuk membuat sapu lantai.

Diana menambahkan bahwa selain memiliki manfaat ekonomi yang melimpah, sorgum juga dapat dipanen hingga tiga kali dengan satu kali penanaman.

Diana juga telah berhasil membudidayakan sorgum di lahan seluas 10 hektar yang sebelumnya merupakan bekas lahan tambang Semen Cibinong (Semen Solusi Bangun Indonesia). Ia juga berinovasi dalam penggunaan sorgum dalam berbagai produk kuliner, seperti tepung, cookies, gula cokelat, gula cair, dan es krim.

Leave a reply