PUPR Siapkan Platform Big Data untuk Revolusi Industri Konstruksi

0
69

BI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam upayanya mengikuti arus Revolusi Industri 4.0, sedang giat menyiapkan big data untuk mendukung rantai pasok industri jasa konstruksi di Indonesia.

Dalam era inovasi digital yang dipicu oleh Revolusi Industri 4.0, industri konstruksi merasa penting untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menyediakan akses mudah terhadap data yang diperlukan.

Salah satu aspek penting dari Revolusi Industri 4.0 adalah Internet of Things (IoT), yang memberikan peluang besar bagi berbagai pihak untuk menyajikan dan mengakses informasi secara luas dan mendalam.

Dengan melihat peluang ini, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi telah meluncurkan suatu platform inovatif bernama Sistem Informasi Material dan Peralatan Konstruksi (SIMPK), yang merupakan bagian dari Sistem Informasi Jasa Konstruksi Terintegrasi (SIJKT).

Nicodemus Daud, Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Kementerian PUPR, pada Jumat, 16/6/2023, menjelaskan bahwa SIMPK didasarkan pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2021 tentang Pencatatan Sumber Daya Material Peralatan Konstruksi (SDMPK).

Platform ini dirancang untuk memberikan data dan informasi yang kredibel terkait pasokan dan permintaan SDMPK yang tersebar di seluruh Indonesia.

SIMPK menawarkan sejumlah fitur unggulan. Salah satunya adalah sajian data yang komprehensif mengenai material konstruksi, seperti semen, baja konstruksi, baja ringan, dan lain-lain.

Fitur lainnya adalah layanan pencatatan SDMPK yang ditujukan bagi produsen dan pemilik peralatan konstruksi, baik itu perusahaan, kementerian/lembaga, atau perseorangan. Layanan ini bertujuan untuk mengumpulkan data dengan lebih efisien.

Selain itu, SIMPK juga menyediakan perhitungan permintaan SDMPK dan nilai capaian Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Hal ini memungkinkan para pemangku kepentingan dalam industri konstruksi untuk melakukan analisis yang lebih baik terhadap kebutuhan dan potensi lokal di daerah masing-masing. Tak hanya itu, SIMPK juga menawarkan layanan konsultasi terkait peralatan konstruksi.

Dengan adanya SIMPK, diharapkan industri konstruksi dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya material dan peralatan konstruksi, serta meningkatkan efisiensi dan kehandalan dalam rantai pasok.

Data dan informasi yang akurat dan mudah diakses melalui SIMPK akan membantu pengambilan keputusan yang lebih cerdas dalam proyek-proyek konstruksi di seluruh Indonesia.

Kementerian PUPR berharap bahwa langkah ini akan membawa perubahan positif dalam industri konstruksi, meningkatkan produktivitas, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan adopsi teknologi yang tepat, industri konstruksi di Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan masa depan dan meraih keunggulan kompetitif dalam era Revolusi Industri 4.0.**

Leave a reply