Asosiasi Tekstil Keluhkan Maraknya Produk Asing di Pasar Domestik

0
81

BI – Pasar domestik Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan masalah banjirnya produk impor, demikian yang diungkapkan oleh Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, Selasa, 5/7/2023 dalam Market Review IDXChannel.

Menurut Gita, penyebab utama dari melimpahnya produk impor di pasar domestik adalah karena terjadi penurunan permintaan terhadap produk dalam negeri di pasar internasional.

Hal ini terjadi akibat melemahnya daya beli masyarakat di negara-negara tujuan ekspor. Dampaknya, produsen di negara-negara tersebut mengalami overstock dan mereka mencari pasar lain untuk menjual produk-produk mereka.

Indonesia menjadi pasar yang menarik bagi produsen luar negeri karena belum ada pembatasan yang tegas terhadap masuknya produk impor. Situasi ini membuat produsen lokal harus bersaing dengan produk impor yang semakin membanjiri pasar domestik.

Negara-negara seperti China, Taiwan, dan lainnya sedang menghadapi kesulitan dalam mengekspor produk mereka ke Eropa dan Amerika. Mereka melihat Indonesia sebagai pasar alternatif yang menjanjikan.

Dampak dari masuknya produk impor adalah perlambatan penyerapan produk lokal di pasar domestik. Akibatnya, terjadi penumpukan stok produk lokal dan aktivitas produksi menurun.

Untuk mengatasi tantangan ini, APSyFI dan pemangku kepentingan lainnya perlu bekerja sama untuk mencari solusi yang tepat. Dibutuhkan koordinasi antara pemerintah, asosiasi industri, dan produsen lokal untuk melindungi dan memperkuat sektor manufaktur dalam negeri.

Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan produsen lokal dapat mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar dalam negeri serta memperkuat daya saing industri nasional.**

Leave a reply