Aptrindo dan Pelindo Perkuat Kerja Sama dengan Implementasi STID di Pelabuhan

0
85

BI – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) telah bekerja sama untuk menerapkan sistem identifikasi tunggal truk di wilayah kerja Pelindo. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Direktur Pengelola Pelindo, Putut Sri Muljanto, dan Ketua Umum Aptrindo, Gemilang Tarigan.

Dalam penandatanganan kerja sama tersebut, Putut menyampaikan bahwa tujuan perjanjian tersebut adalah untuk mempermudah identifikasi dan pemantauan terhadap truk pengangkut yang beroperasi di wilayah Pelindo. Selain itu, mereka juga akan menggunakan kartu identifikasi tunggal untuk meningkatkan produktivitas layanan jasa kepelabuhanan di seluruh pelabuhan Indonesia.

Putut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari Aptrindo dalam hal ini. Ia menjelaskan bahwa identitas dan kondisi truk yang masuk ke terminal Pelindo akan tercatat dalam satu database yang dapat diakses oleh berbagai pihak, termasuk pengguna jasa, Aptrindo, Otoritas Pelabuhan, dan Pemerintah Daerah. Hal ini memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam penerapan sistem identifikasi tunggal ini.

Sistem identifikasi tunggal pertama kali diterapkan di Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan kemudian diperluas ke 13 cabang pelabuhan lainnya. Putut menjelaskan bahwa pada tahun 2023, sistem ini akan diperluas lagi ke 13 cabang pelabuhan lainnya.

Sistem identifikasi tunggal (STID) berfungsi sebagai identitas tunggal setiap truk dengan sistem berbasis elektronik yang terhubung dengan sistem manajemen pelabuhan. Melalui STID, terdapat database yang mencakup informasi tentang kelayakan teknis truk dan pengemudi, termasuk nomor polisi dan pemilik/perusahaan pengangkutan. Sebelum adanya STID, setiap pengelola terminal menerbitkan identifikasi tunggal truk mereka sendiri, sehingga tidak seragam dan tidak dapat digunakan di terminal lain.

Gemilang menjelaskan bahwa STID merupakan sistem yang terpusat dan seragam di seluruh Indonesia. Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap STID karena tidak hanya berkaitan dengan masuknya truk ke pelabuhan, tetapi juga akan meningkatkan efisiensi dengan mengatasi masalah kemacetan pintu gerbang. Selain itu, STID juga akan mendukung pelaksanaan National Logistic Ecosystem (NLE) dan meningkatkan peringkat Logistics Performance Index (LPI) Indonesia.

Guna Mulyana, Direktur Utama IPC TPK, menyatakan bahwa penerapan STID akan membantu dalam memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan di terminal. Selain mempercepat pelayanan, STID juga memudahkan penanganan masalah yang mungkin terjadi di lapangan. STID akan membantu mengendalikan lalu lintas truk di terminal dan menjaga kelancaran proses bongkar muat petikemas.

Penerapan STID merupakan bagian dari komitmen dan kontribusi Pelindo dalam upaya pemangkasan birokrasi dan peningkatan layanan di kawasan pelabuhan. Langkah ini mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2023-2024. Menurut KPK, langkah ini berhasil memudahkan pelayanan, meningkatkan produktivitas, dan meminimalisir celah korupsi.

Gurning, akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengungkapkan bahwa STID akan mengurangi proses dan biaya bisnis dalam rantai perdagangan nasional. Ongkos logistik selama ini menjadi masalah, dan dengan sistem STID yang transparan dalam penyediaan angkutan darat dan kelancaran arus barang pelabuhan, diharapkan terjadi peningkatan efisiensi, transparansi, keberlanjutan, dan kesederhanaan.**

Leave a reply