Sektor Properti Sumbang 77 Persen Permintaan Baja Nasional

0
106

BI – Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) telah mengidentifikasi peluang yang positif terkait permintaan baja di dalam negeri pada tahun ini. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan sektor properti dan infrastruktur yang menunjukkan tren positif.

Meskipun aktivitas impor telah dikekang, pelaku dalam industri baja merasa optimistis bahwa mereka dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Juni 2023, terjadi penurunan sebesar 32 persen dalam nilai impor baja (HS 73), yang berkurang dari US$1 juta menjadi US$718.551 pada bulan Mei 2023.

Ketua Kluster Bloom, Profile, Section, Engineering & Construction IISIA, Fedaus, menyatakan bahwa meskipun terjadi penurunan impor, volume impor masih cukup tinggi, yaitu lebih dari 40 persen dari pangsa pasar domestik.

Ia menjelaskan bahwa sektor pengguna terbesar dari baja adalah sektor bangunan dan infrastruktur, termasuk dalamnya sektor properti, yang menyumbang 77 persen dari total permintaan baja di dalam negeri.

Kondisi ini juga berpotensi meningkatkan penggunaan baja dalam negeri pada sektor properti. Fedaus mengungkapkan bahwa produksi baja dalam negeri terus mengalami peningkatan, yang dipicu oleh langkah-langkah kebijakan pemerintah untuk mengontrol impor.

Salah satu langkah tersebut adalah kebijakan substitusi impor sebesar 35 persen yang diterapkan oleh Kementerian Perindustrian pada tahun 2022, dengan tujuan untuk memperbaiki neraca perdagangan nasional.

Fedaus berharap bahwa kebijakan ini dapat ditingkatkan lebih lanjut agar pertumbuhan produksi baja dalam negeri dapat mencapai hasil yang lebih baik. Ia juga menyambut baik berbagai kebijakan pemerintah terkait Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), substitusi impor, penerapan standar SNI yang wajib, serta pemberian harga gas khusus untuk mengendalikan impor.

Ia mengakhiri dengan menyatakan bahwa berbagai kebijakan pemerintah telah memberikan dorongan positif terhadap pertumbuhan produksi baja dalam negeri. Ia berharap bahwa kebijakan-kebijakan ini akan terus ditingkatkan, termasuk melalui penerapan neraca komoditas.**

Leave a reply