Nilai Tukar Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah

BI-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jatuh ke level Rp16.957/US$ sampai dengan pukul 10.42 WIB, menurut data Bloomberg.
Ini merupakan posisi terendah rupiah sepanjang sejarah. Bahkan melewati titik terendah saat krisis moneter 1998, yang mencapai Rp16.800/US$.
Di tengah penurunan rupiah, yield Surat Utang Negara (SUN) Indonesia terpantau naik 4 basis poin (bps) menjadi 7,12%. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,32% hingga pukul 11.00 WIB.
Sementara itu Bank Indonesia (BI) sejak 7 April 2025 kemarin telah membuat keputusan untuk mengintervensi nilai tukar rupiah di pasar off-shore atau Non Deliverable Forward (NDF), di tengah tingginya tekanan global.
Direktur Eksekutif BI, Ramdan Denny Prakoso, mengaku tekanan di pasar global semakin menguat setelah pemerintah AS mengumumkan tarif resiprokal pada 2 April 2025.
Selain itu, Ramdan menyebut aksi balasan China telah menimbulkan “gejolak pasar keuangan global, termasuk arus modal keluar dan tingginya pelemahan nilai tukar di banyak negara.”
Intervensi secara agresif oleh bank sentral Indonesia ini berlangsung sejak Selasa (8/4) kemarin di pasar spot dan NDF. Selain itu, BI juga membeli SBN di pasar sekunder dan mengoptimalkan instrumen likuiditas rupiah. ***















