ISOPLUS Marathon 2026 Dongkrak Ekonomi Surabaya: PDRB Naik Rp41 Miliar, Okupansi Hotel Tembus 90%

BI– Gelaran Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Minggu (4/10/2026) tercatat menjadi penggerak sektor sport tourism dan perekonomian, di mana Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya yang tercatat melonjak puluhan miliar hingga tingkat keterisian hotel di wilayah setempat yang mencapai persentase hampir 90%.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan pihaknya mencatat terdapat lebih dari 11 ribu peserta yang mengikuti acara tersebut, dan berdampak dalam memicu pergerakan ekonomi bagi masyarakat perkotaan di berbagai sektor.
“Partisipasinya mencapai 11 ribu peserta lebih dan dampaknya sangat luar biasa, terutama pada peningkatan okupansi hotel dan sektor pariwisata,” ungkap Eri, Senin (5/10/2026).
Eri menyebut acara tersebut juga memiliki multiplier effect terhadap kenaikan PDRB Kota Surabaya yang tercatat mencapai Rp41 miliar. Tak hanya itu, tingkat hunian kamar hotel di Surabaya melonjak drastis hingga menyentuh 90% selama gelaran berlangsung.
“Okupansi hotel meningkat 80-90%, karena 40% berasal dari luar kota Surabaya, dan 1% di antaranya merupakan pelari mancanegara dari Australia, Jepang, Filipina, hingga India,” rincinya.
Guna mendukung ekosistem sport tourism, Eri menyebut Pemkot Surabaya bersama Wings Group dan ISOPLUS juga telah membangun fasilitas jogging track di sepanjang bantaran Sungai Kalimas yang saat ini dapat dipergunakan oleh warga maupun wisatawan.
“Maraton bukan hanya soal lari, tapi tentang keberanian untuk memulai, konsistensi, dan pantang menyerah sesuai dengan semangat arek-arek Suroboyo. Kami berharap ISOPLUS Marathon terus hadir dan berkembang di Surabaya pada tahun-tahun mendatang,” harapnya.
Head of RTD Beverage WINGS Food Joshua Gunawan menjelaskan posisi Kota Surabaya yang strategis merupakan lokasi ideal untuk menjadi titik pelaksanaan ajang marathon berskala nasional dan internasional.
“Kota Surabaya merupakan pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia bagian timur yang memiliki potensi sangat besar. Selain secara bisnis, Kota Surabaya dan pemerintah kota memberikan sambutan serta kerja sama yang sangat baik, sehingga memungkinkan event ini dapat terselenggara secara maksimal,” ujar Joshua.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Lembaga Pengembangan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Atik Purmiyati, menjelaskan bahwa selama tiga hari berturut-turut menjelang gelaran perlombaan maraton tersebut, terjadi perputaran aktivitas ekonomi hingga puluhan miliar rupiah.
Riset yang dilakukan adalah dengan mencatat rata-rata pengeluaran para peserta selama berada di Surabaya, antara lain untuk membiayai sewa hotel (akomodasi), makanan, oleh-oleh, hingga tranportasi lokal.
“Berdasarkan olahan data primer dan sekunder yang kami lakukan, kegiatan Surabaya Isoplus Marathon menciptakan perputaran aktivitas ekonomi sebesar Rp74,78 miliar selama tiga hari berturut-turut. Hal ini memberikan estimasi kontribusi terhadap perekonomian PDRB Kota Surabaya mencapai Rp41,42 miliar,” ungkap Atik.***















