BNPB Ingatkan Warga RI Siaga: Siapkan Tas Darurat Isi Kebutuhan 3 Hari

0
8

BI-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi disebabkan hujan lebat disertai petir, angin kencang atau puting beliung, banjir, serta tanah longsor.

BNPB mengingatkan warga bersiaga dan menyiapkan tas untuk kebutuhan darurat bencana.

BNPB mencatat, akibat hujan lebat di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada hari Sabtu (31/10/2026) pukul 01.00 WIB terjadi bencana tanah longsor. Kejadian ini menewaskan 2 orang setelah rumahnya tertimpa material longsor.

Di lokasi berbeda, hujan berintensitas tinggi juga memicu banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kejadian berlangsung pada Minggu (1/11/2026) di Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto (Sepuluh Koto). Hujan di kawasan lereng gunung sekitar pukul 13.30 WIB menyebabkan peningkatan debit air hingga meluap ke jalan, permukiman, dan lahan pertanian.

Hujan deras juga terjadi sebelum tanggul jebol di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Minggu (1/11/2026) pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kota Bandung, kejadian tersebut berdampak pada 112 jiwa, tujuh orang harus mengungsi, dan 34 unit rumah terdampak. Luas area terdampak dilaporkan sekitar tiga kilometer persegi.

Menurut BNPB, hingga laporan terakhir, sebagian warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, potensi banjir susulan masih perlu diwaspadai.

Tanah longsor juga terjadi di kawasan Glamping Pelaga Eco Park, Banjar Bukit Buluk Tihing, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, pada Minggu (1/11/2026).

Tak hanya itu, BNPB juga mencatat kejadian tanah longsor di Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Serta cuaca ekstrem di Dusun Liren, Desa Kuta Gamber, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Kejadian ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka akibat pohon tumbang menimpa rumah hingga mengalami rusak berat. Hingga Senin (2/11/2026), lokasi kejadian masih dalam penanganan pemerintah setempat.

“Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 2 November 2026, sebagian wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November 2026. Pada periode ini, BNPB mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan resmi, Selasa (3/11/2026).

Dia pun mengingatkan masyarakat selalu cek informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini secara berkala melalui kanal resmi BMKG. Juga, membersihkan saluran air, selokan, dan talang rumah agar aliran air tidak tersumbat dan menyebabkan genangan, memangkas dahan atau ranting pohon yang terlalu lebat, rapuh, atau berada dekat dengan kabel listrik dan bangunan.

“Pahami jalur evakuasi dan siapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat untuk 3 hari,” tegas Berton.

Selain itu, BNPB mengingatkan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan.
Berikut langkah siap siaga yang dimaksud BNPB:

– pemetaan wilayah rawan
– memastikan kesiapan sumber daya manusia, personel, peralatan dan logistik
– mengoptimalkan dana darurat
– memperkuat mekanisme sistem peringatan dini
– meningkatkan sosialisasi evakuasi mandiri termasuk pada kelompok rentan
– normalisasi sungai serta pembersihan fasilitas pengendali banjir.
Siaga Tas Bencana Kebutuhan 3 Hari

Lalu, apa saja isi siaga bencana menurut BNPB?

Dijelaskan, Tas Siaga Bencana merupakan tas tahan air (water proof) yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila terjadi suatu bencana atau kondisi darurat lain. Tujuannya sebagai persiapan untuk bertahan hidup saat bantuan belum datang dan memudahkan kita saat evakuasi menuju tempat aman.

Mengutip buku saku siaga bencana BNPB, berikut kebutuhan dasar untuk 3 hari yang harus masuk dalam Tas Siaga Bencana:

1. Surat-surat penting seperti sertifikat tanah, surat kendaraan, ijazah, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya

2. Pakaian untuk tiga hari seperti pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, dan jas hujan

3. Makanan ringan yang tahan lama seperti mi instan, biskuit, abon, dan cokelat

4. Air minum, setidaknya bisa mendukung kebutuhan selama kurang lebih tiga hari

5. Kotak P3K dan obat-obatan pribadi, seperti obat luka, obat-obatan umum, serta obat khusus yang biasa dikonsumsi

6. Alat bantu penerangan seperti senter, lampu kepala (headlamp), korek api, dan lilin

7. Uang tunai, siapkan secukupnya untuk perbekalan selam kurang lebih tiga hari

8. Peluit, sebagai alat meminta pertolongan saat terjebak dalam kondisi berbahaya atau darurat

9. Masker, alat bantu pernapasan untuk menyaring udara kotor/tercemar

10. Perlengkapan mandi, seperti sabun mandi, sikat gigi, odol, sisir, dan kapas pembersih atau cotton bud

11. Radio atau telepon seluler lengkap dengan charger, baterai cadangan (power bank) untuk memantau informasi bencana dan alat komunikasi.
Selain itu, BNPB mengingatkan sejumlah upaya perlindungan yang wajib diketahui:

– Kaji situasi

Identifikasi tipe bencana dan kondisi sekitar

– Putuskan untuk tinggal atau berpindah tempat

Dalam beberapa situasi, mungkin harus tetap diam dan di situasi lain harus berpindah tempat

– Tinggal atau berpindah tempat adalah keputusan penting dalam bencana

Jika tidak dalam kondisi bahaya, harus tetap tinggal dan berupaya untuk mendapatkan informasi situasi terkini. Sebaliknya, jika harus berpindah, buatlah keputusan secara cepat.
Sangat penting untuk mendengarkan pemerintah setempat ketika ada instruksi

– Cari air bersih dan pastikan untuk dapat bernafas

Apa pun jenis bencana, udara yang baik merupakan kebutuhan yang penting. Upayakan lindungi diri dan cari udara bersih mungkin dengan menutup mulut dengan kain atau masker

– Lindungi diri dari reruntuhan dan beri sinyal kepada penolong

Apabila berada di reruntuhan, cari celah untuk bernafas. Lempar sesuatu atau tiup peluit untuk pertolongan. Upayakan untuk membuat suara dengan benda di sekitar

– Pastikan higienitas

Penting untuk memastikan air yang layak minum dan sanitasi.****

Leave a reply