Pelni Siapkan Rp4,5 Triliun untuk Beli Kapal, Hingga Oktober Layani 4,6 Juta Penumpang

0
3

BI-PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mencatat hingga Oktober 2026 perseroan telah melayani sekitar 4,6 juta penumpang di seluruh penjuru tanah air. Catatan tersebut disebut mendekati realisasi sepanjang 2025 yang terhitung mencapai 5,1 juta penumpang.

Namun demikian, hingga penghujung tahun ini dan menyongsong libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Pelni memproyeksikan jumlah pengguna jasa bakal tidak terlalu melonjak. Keterbatasan jumlah armada disinyalir menjadi salah satu faktor yang memengaruhi stagnasi kuantitas angkutan penumpang.

Corporate Secretary PT Pelni (Persero) Ditto Pappilanda menjelaskan perusahaan memperkirakan pertumbuhan penumpang tahun ini hanya berkisar pada angka 2% hingga 3% saja.

Ia mengakui jumlah kapal yang dimiliki perusahaan belum mengalami penambahan. Kondisi tersebut yang membuat pertumbuhan penumpang cenderung tertahan.

“Kenaikan penumpang itu enggak terlalu besar, paling 2%-3%. Setiap tahun kenaikan kita memang enggak signifikan karena jumlah kapalnya segitu-gitu saja,” ujar Ditto, Rabu (4/11/2026).

Ditto menjelaskan secara keseluruhan Pelni saat ini memiliki 25 armada kapal penumpang. Namun, salah satu armada, yakni KM Umsini, masih menjalani perbaikan oleh PT PAL imbas kejadian kebakaran di Makassar pada Juni 2024 lalu.

Perseroan berharap armada pabrikan tahun 1985 tersebut dapat kembali beroperasi untuk menopang pelayanan jasa pelayaran sepanjang periode libur panjang Nataru.

“Tapi dengan jumlah 25 kapal saja, jumlah penumpang kita tetap prediksinya naik,” harap dia.
Pengadaan Tiga Kapal

Lebih lanjut, Ditto menyebut Pelni menyiapkan pengadaan tiga kapal penumpang baru dengan nilai investasi mencapai Rp4,5 triliun. Anggaran tersebut berasal dari penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp4 triliun serta tambahan dana internal yang dikantongi perusahaan sekitar Rp500 miliar.

Ditto menyebut PMN tersebut telah diberikan dalam dua tahap, yakni Rp1,5 triliun pada 2024 dan Rp2,5 triliun pada 2025. Pengadaan kapal baru tersebut ditujukan untuk menggantikan sejumlah armada yang sudah berusia tua. Saat ini, perseroan juga telah menunjuk perusahaan asal Italia untuk merancang armada kapal penumpang anyar tersebut.

Sementara itu, pangsa pasar utama pengguna jasa Pelni masih bertumpu pada rute-rute menuju wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Ditto mengatakan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, hampir 70% kapal penumpang Pelni yang beroperasi di Kota Pahlawan melayani perjalanan menuju Indonesia Timur, dengan rute favorit yakni Makassar, Ambon, hingga Jayapura.

“Kalau ke Indonesia Timur, banyak itu dari Surabaya dan Makassar,” jelasnya.

Memasuki akhir tahun, Pelni juga bersiap menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur Nataru. Pemerintah memberikan stimulus berupa diskon 30% dari tarif dasar tiket kapal kelas ekonomi.

Kendati demikian, perseroan tetap mempertimbangkan dengan matang kapasitas angkut dan ketentuan keselamatan pelayaran agar jumlah penumpang tidak melebihi batas yang diizinkan.****

Leave a reply