Daftar 5 Kereta Api Relasi Terjauh di Indonesia

0
10

BI-PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat terdapat lima kereta api dengan relasi perjalanan terpanjang yang menempuh jarak hingga lebih dari 1.000 kilometer.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perjalanan panjang tersebut menawarkan pengalaman yang menarik bagi pelanggan seperti perubahan pemandangan mulai dari kawasan perkotaan, persawahan, pegunungan, pesisir, hingga bentang alam di ujung timur Pulau Jawa.

“Masyarakat dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, baik untuk berlibur, mengunjungi keluarga, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan kegiatan usaha,” kata Anne.

Anne menjelaskan, keberadaan kereta api jarak jauh juga memberikan manfaat bagi daerah yang dilalui. Aktivitas pelanggan di stasiun dapat mendukung transportasi lanjutan, penginapan, kuliner, pusat oleh-oleh, dan pelaku usaha di sekitar stasiun maupun destinasi tujuan.

Secara umum, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 240.805.920 pelanggan.

Pada layanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI melayani 29.858.267 pelanggan, meningkat 8,72% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 27.463.555 pelanggan.

Peningkatan tersebut sejalan dengan operasional KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang PP mulai 1 Mei 2026. Layanan ini membuka akses langsung dari Jawa Barat menuju Banyuwangi melalui Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan sejumlah wilayah lain di lintas selatan serta timur Pulau Jawa.

KAI juga menambah pilihan perjalanan antarkota melalui KA Pandalungan 2 relasi Gambir–Jember PP mulai 18 Juni 2026. Kehadiran layanan ini memperkuat konektivitas lintas Jakarta–Jember serta menambah alternatif perjalanan pelanggan menuju wilayah Tapal Kuda dan sekitarnya.
Berikut lima kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia:

1. KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang pulang pergi (pp)

Jarak: sekitar 1.030 kilometer. Tahun 2025 melayani 533.988 pelanggan dan pada Semester I 2026 melayani 247.142 pelanggan.

Untuk kelas ekonomi, harga tiket dibanderol mulai Rp505.000 per orang. Sementara kelas eksekutif termahal di angka Rp850.000.

Perjalanan kereta dengan rute terpanjang ini menghubungkan Jakarta dengan Ketapang di Banyuwangi melalui sejumlah kota di pesisir utara dan timur Pulau Jawa, seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, dan Jember.

Setibanya di Banyuwangi, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata, seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, kawasan kota Banyuwangi, maupun Pelabuhan Ketapang untuk perjalanan lanjutan menuju Bali.

2. KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pp

Jarak: sekitar 1.002 kilometer. Sejak mulai beroperasi pada Mei hingga Juni 2026, KA Sangkuriang telah melayani 133.119 pelanggan.

Perjalanan menuju Banyuwangi dari Bandung menggunakan KA Sangkuriang ditempuh dalam waktu 16 jam 7 menit dengan harga mulai Rp450.000. Pada perjalanan ini, terdapat kelas eksekutif tipe compartment dengan harga mulai Rp2.250.000 per orang.

Di peringkat kedua, KA Sangkuriang menghubungkan Bandung dengan Ketapang melalui lintas selatan Pulau Jawa. Dalam perjalanannya, kereta api ini melayani sejumlah kota seperti Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi.

Kehadiran KA Sangkuriang memperluas pilihan perjalanan langsung bagi masyarakat Jawa Barat menuju Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pelanggan dapat melakukan perjalanan panjang dalam satu kereta api tanpa perlu berpindah layanan di tengah perjalanan.

3. KA Pandalungan relasi Gambir–Jember pp

Jarak: sekitar 919 kilometer. Tahun 2025 melayani 409.200 pelanggan dan pada Semester I 2026 melayani 211.325 pelanggan.

Kereta yang seluruhnya kelas eksekutif ini dapat dibeli dengan harga mulai dari Rp750.000 hingga Rp1.025.000 per penumpang.

Kereta api ini menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan Tapal Kuda Jawa Timur melalui Cirebon, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Jember.

Relasi tersebut mendukung perjalanan masyarakat menuju pusat pendidikan, pemerintahan, perdagangan, serta pariwisata di wilayah Jawa Timur. Dari Jember, pelanggan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi alam dan budaya di kawasan Jember, Lumajang, Bondowoso, dan sekitarnya.

4. KA Gajayana relasi Gambir–Malang pp

Jarak: sekitar 904 kilometer. Tahun 2025 melayani 308.106 pelanggan dan pada Semester I 2026 melayani 162.379 pelanggan.

Masyarakat dapat menikmati perjalanan sekitar 13 jam dengan biaya mulai dari Rp710.000 untuk Gajayana Eksekutif hingga Rp1.825.000 untuk Gajayana Luxury.

Kereta ini melewati sejumlah kota di lintas selatan, seperti Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Kepanjen.

Perjalanan tersebut menghadirkan akses menuju sejumlah kota wisata dan budaya. Pelanggan dapat merencanakan liburan ke Yogyakarta, Solo, Blitar, hingga Malang yang dikenal dengan wisata sejarah, kuliner, pegunungan, serta beragam destinasi keluarga.

5. KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng pp

Jarak: sekitar 825 kilometer. Tahun 2025 melayani 389.736 pelanggan dan pada Semester I 2026 melayani 198.582 pelanggan.

Perjalanan selama 12 jam 25 menit ini dapat dinikmati dengan harga mulai dari Rp420.000 hingga Rp550.000.

KA Gaya Baru Malam Selatan menghubungkan Pasarsenen dengan Surabaya Gubeng melalui Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, dan Mojokerto.

Dengan banyaknya kota yang dilayani, KA Gaya Baru Malam Selatan menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antardaerah di lintas selatan Jawa. Layanan tersebut mendukung perjalanan menuju pusat kegiatan ekonomi, kawasan pendidikan, destinasi wisata, dan tempat tinggal keluarga.****

Leave a reply