Cabai Mahal dan Harga Ayam Hidup Anjlok, Begini Jawaban Mentan

0
9

BI-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons terkait kenaikan harga cabai dan anjloknya harga ayam hidup.

Harga cabai di sejumlah daerah telah mengalami kenaikan bahkan tembus Rp 100.000/kilogram (kg). Kemudian harga ayam hidup di kandang tengah anjlok, sementara harga di pasar mengalami kenaikan.

Amran memastikan akan meminta Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Hermawan, dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda untuk turun tangan mengatasi masalah tersebut.

“(Harga cabai) Pasti saya minta nanti Deputi stabilisasi untuk turun cek. (Harga daging ayam) Saya minta turun Dirjen. Langsung saya telepon Dirjen,” kata Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Amran menyebut harga cabai dan daging ayam tidak boleh melonjak tajam di konsumen tetapi malah anjlok di tingkat produsen.

“Nanti saya rapat dulu, saya tindaklanjuti. Cabai, ayam jangan sampai harga di tingkat konsumen tinggi, padahal tingkat produsen rendah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkap saat ini harga di kandang berkisar Rp 21.000-22.000/kilogram (kg).

Sementara harga pokok produksi (HPP) ayam broiler saat ini sudah berada di kisaran Rp 23.000-Rp 23.500/kg. Artinya, harga jual di tingkat kandang berada di bawah biaya produksi.

Peternak dari Permindo Asep Saepudin mengatakan kondisi ini membuat peternak semakin terjepit. Kenaikan biaya produksi ini telah terjadi sejak awal 2026.

“Kondisinya sekarang harga pakan rata-rata sudah di atas Rp 9.400/kg untuk starter umur 7-21 hari. Normalnya sekitar Rp 8.000-8.500/kg. Harga live bird sudah turun per hari ini Rp 21.000-22.000/kg di kandang ya. HPP kami sudah Rp 23.000/kg. Pusing kami,” kata Asep, kepada detikcom, Sabtu (3/10/2026).

Sementara harga cabai, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) harga cabai rawit secara nasional pada minggu pertama Oktober 2026 tercatat Rp 86.846/kg, naik 10,21% dibandingkan September 2026. Harga tersebut sudah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp 57.000/kg. Kenaikan harga juga terjadi di 71,94% kabupaten/kota di Indonesia.

Sementara itu, harga cabai merah mencapai Rp 63.913/kg pada minggu pertama Oktober 2026, naik 11,38% dibandingkan September 2026. Harga tersebut juga sudah berada di atas HAP konsumen sebesar Rp 55.000/kg. Secara wilayah, kenaikan harga cabai merah tercatat terjadi di 81,11% kabupaten/kota di Indonesia.

Bahkan, di sejumlah daerah harga cabai ada yang tembus seperti di Kabupaten Landak Rp 120.000/kg, Kabupaten Biak Numfor Rp 108.000/kg, dan Kepulauan Yapen juga Rp 120.000/kg.***

Leave a reply