Menpar Sebut Wisman ke Bali Tembus 7 Juta di Tengah Isu Sepi

0
53

BI-Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan bahwa data menunjukkan kunjungan wisatawan ke Bali justru mencatatkan tren peningkatan yang signifikan, khususnya dari wisatawan mancanegara. Hal ini menegaskan soal isu Bali sepi dari kunjungan turis.

Berdasarkan laporan Angkasa Pura Bali dan Gubernur Bali I Wayan Koster, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur udara hingga akhir Desember 2025 diperkirakan telah menembus lebih dari 7,05 juta kunjungan.

Angka tersebut meningkat sekitar 11% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai sekitar 6,3 juta kunjungan.

Capaian ini sekaligus mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.

“Ini merupakan rekor tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali,” ujar Menteri Widiyanti saat menerima paparan data di Posko Terpadu Bandara dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1).

Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara ke Bali sepanjang 2025 tercatat mencapai 9,28 juta kunjungan. Meski turun sekitar 700 ribu kunjungan dibandingkan 2024, kondisi tersebut dinilai tidak mencerminkan penurunan minat berwisata secara nasional.

Menurut Menteri Widiyanti, pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini, pergerakan wisatawan nusantara cenderung lebih terdistribusi ke berbagai destinasi di Indonesia, tidak terpusat hanya di Bali.

Kondisi ini diharapkan tetap mendukung pencapaian target nasional sebanyak 1,08 miliar perjalanan wisatawan nusantara.

“Perlu saya tekankan bahwa wisatawan nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia. Semua daerah tujuan wisata akan menikmati manfaat ekonomi sesuai preferensi wisatawan,” kata Menteri Widiyanti.

Ia menambahkan, aspek kebahagiaan, keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta kesan positif menjadi hal utama yang harus dirasakan masyarakat di seluruh daerah tujuan wisata agar pariwisata nasional terus tumbuh secara berkelanjutan.

“Perlu saya tekankan bahwa wisatawan nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia. Semua daerah tujuan wisata akan menikmati manfaat ekonomi sesuai preferensi wisatawan. Kebahagiaan, keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kesan adalah hal terpenting yang harus dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Widiyanti.***

Leave a reply