Kemnaker Buka Suara soal PHK Januari-April 15.425 Orang

BI-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) periode Januari-April 2026 mencapai 15.425 orang. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mencapai 39.092 orang.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi pun menjelaskan penyebabnya.
Menurut Anwar jumlah PHK tahun lalu disumbang penutupan pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex yang menyebabkan lebih dari 10.000 karyawan menjadi korban.
Berbeda dengan tahun ini, sektor ketenagakerjaan mulai menunjukkan sinyal baik.
“Pada tahun yang lalu pada bulan Februari ada PHK Sritex yang berkontribusi besar terhadap melonjaknya PHK. Selain itu, tentunya ada signal yang cukup baik terkait dengan ketenagakerjaan kita,” ujar Anwar kepada detikcom, Sabtu (9/5/2026).
Kemnaker telah merilis data terbaru angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) periode Januari-April 2026. Berdasarkan data yang diunggah di situs Satudata Kemnaker, angka PHK pada periode tersebut mencapai 15.425 orang.
“Pada periode Januari sampai dengan April 2026 terdapat 15.425 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP,” seperti tertulis di situs tersebut, dikutip Sabtu (9/5/2026).
Namun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka PHK pada Januari-April tahun 2026 masih lebih rendah. Kemnaker mencatat angka PHK pada Januari-April 2025 mencapai 39.092 orang.
Sebelumnya, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini memang masih penuh tantangan akibat perang dan gejolak geopolitik global. Meski demikian, pemerintah meminta seluruh pihak tetap tenang menghadapi situasi tersebut.
“Ya, sekarang ini kita sedang menghadapi situasi yang memang global, ya. Artinya, pemerintah tetap waspada menyikapi akan terjadinya dampak situasi perekonomian. Pertama karena perang, kemudian juga ada masalah soal globalisasi yang luar biasa,” jelas Afriansyah di Jakarta.
Hal tersebut, kata dia, juga telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Afriansyah menyebut bahwa Prabowo telah mengimbau industri untuk tetap tenang dan tak perlu takut.
“Jadi, kita tetap tenang di bawah kepemimpinan Bapak Presiden. Dan jelas kemarin Presiden juga mengimbau agar semua industri juga tetap menghadapinya dengan situasi yang tenang. Jadi, tidak usah perlu takut lah, gitu,” tuturnya.***















