Siasat Industri Furnitur Hadapi Penurunan Demand Produk Mebel dan Kerajinan

0
85

BI – Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) memberikan respons terhadap penurunan demand ekspor pada produk industri padat karya dan padat modal, terutama industri furnitur, akibat ketidakstabilan perekonomian global.

Negara-negara tujuan ekspor industri mebel dan kerajinan, seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa, terdampak oleh ketidakstabilan ekonomi ini, terutama akibat melonjaknya inflasi yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina.

Ketua Umum Asmindo, Dedy Rochimat, menyatakan bahwa meskipun penurunan permintaan hanya bersifat sementara, pihaknya akan berusaha membangkitkan pertumbuhan industri mebel dan kerajinan. Salah satu upayanya adalah dengan mencari pasar ekspor baru.

“Kita tahu bahwa Amerika sedang resesi, Eropa juga sedang resesi, tapi ini kan sementara, jadi kita semua harus berbuat sesuatu. Kita sedang mencari pasar baru. Tentunya industri furnitur harus terus berkembang,” ujar Dedy saat diwawancarai oleh awak media di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, pada Selasa, 9/9/2023.

Dedy mengatakan bahwa ini dapat dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan UKM, dengan menggelar Indonesia Mebel and Design Expo 2023 atau IFFINA, yang akan diadakan pada tanggal 14-17 September mendatang.

IFFINA diharapkan dapat memperluas pemasaran produk mebel dan kerajinan Indonesia dan mengembalikan gairah ekspor yang merosot akibat ketidakstabilan ekonomi global.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan bahwa meskipun Asmindo dan pemerintah sedang mendorong perluasan pasar ke luar negeri, mereka tidak akan meninggalkan pasar lama industri ini.

“Pasar lama kita tidak boleh ditinggalkan karena kita memiliki potensi yang luar biasa yang harus kita pertahankan. Jangan sampai potensi kita diambil oleh orang atau negara lain,” tambah Dedy.

Dedy menambahkan bahwa pameran IFFINA ke-10 yang akan diadakan di ICE BSD diharapkan dapat menjadi pendorong bagi industri furnitur agar semakin dikenal oleh pengusaha mancanegara.

“Di IFFINA nanti, kita bersama-sama berjuang mempromosikan produk-produk kita agar pengusaha asing semakin mengenal kemampuan produsen lokal kita,” ujarnya.

Leave a reply