GUB Jatim: Wadah Inovasi dan Pendampingan UMKM di JSEF 2023!

0
186

BI – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) akan menyelenggarakan Jatim Super Exhibition Fair (JSEF) 2023 pada tanggal 20-22 Oktober mendatang. Acara ini akan berlangsung secara serentak di 16 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Timur.

JSEF 2023 merupakan pameran terbesar yang diselenggarakan untuk merayakan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jatim. Acara ini akan melibatkan sekitar 3.000 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari berbagai sektor.

Pameran ini akan menawarkan berbagai konsep menarik, termasuk Program One Day with OPD, serta Bersarung Fashion Week yang akan diselenggarakan sejalan dengan Peringatan Hari Santri Nasional 2023. Selain itu, akan ada beragam kompetisi, talk show, dan hiburan yang akan mengisi acara tersebut. Fokus utama pameran ini adalah ratusan stan UMKM yang akan menampilkan berbagai produk, termasuk produk fashion, kriya, makanan, minuman, serta produk unggulan dari SMA/SMK.

Ketua Panitia JSEF 2023, Awi Setiawan, menyatakan bahwa acara ini merupakan kesempatan penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang. Acara ini juga akan menjadi platform untuk business matching, termasuk dengan China Trade Fair, yang membuka peluang pasar ekspor bagi para pelaku UKM dan UMKM Jatim.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur memiliki hampir 25 persen dari total jumlah masyarakatnya yang terdiri dari UMKM. Untuk itu, mereka memerlukan pendampingan, pembinaan, dan inovasi dalam pemasaran produk mereka. Guna mengatasi hal ini, panitia akan mendirikan Gubuk UMKM Bersatu Jawa Timur (GUB Jatim) sebagai platform digital untuk mendukung UMKM Jatim dalam naik kelas.

GUB Jatim akan menjadi ekosistem dan ruang inkubasi untuk pemberdayaan UMKM. Mereka akan mendapatkan bimbingan dalam mengurus legalitas bisnis hingga proses business matching dengan pihak lain, seperti off-taker, konsulat, dan jaringan pasar ekspor.

Dewan Pengarah JSEF, Heru Satrio, menjelaskan bahwa JSEF hadir sebagai pengganti Jatim Fair, yang biasanya diselenggarakan dalam perayaan HUT Pemprov Jatim. JSEF bertujuan untuk memberikan manfaat kepada semua lapisan masyarakat Jatim, dan oleh karena itu, panitia telah memutuskan untuk memberikan stand secara gratis kepada UMKM dalam acara ini. Dukungan dari Pemprov Jatim sangat kuat dalam penyelenggaraan JSEF.

Ketua Asosiasi UMKM Jatim Bersatu, Kunjung Wahyudi, menekankan bahwa jutaan UMKM memerlukan perhatian agar bisa berkembang. Ia berharap JSEF bersama dengan ekosistem GUB Jatim dapat sukses dalam memberdayakan UMKM.

Dewan Pengarah JSEF, drg David, menyoroti pentingnya campur tangan pemerintah dan sektor lain dalam membangun ketahanan UMKM. JSEF dan GUB Jatim diharapkan dapat menjadi contoh ekosistem yang sukses dalam mendukung UMKM.

Selain itu, Pemilik Hedon Estate juga menunjukkan dukungannya dengan memberikan tempat bagi UMKM setiap Minggu di kafe miliknya. Model dukungan ini diharapkan dapat diikuti oleh lebih banyak pelaku bisnis di Jatim.

Dengan berbagai program dan inisiatif yang dihadirkan dalam JSEF 2023, acara ini diharapkan akan menjadi peluang emas bagi pelaku UKM dan UMKM di Jatim untuk mengembangkan bisnis mereka dan mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan.

Leave a reply