Miliki 149 Desa Devisa Terbanyak, Kinerja Ekspor UMKM Jatim Diyakini Akan Meningkat di 2024

0
22

BI – Sebagai provinsi dengan jumlah desa devisa terbanyak se-Indonesia, Jawa Timur mencatatkan prestasi dengan memiliki 149 desa devisa, mencakup 25% dari total 613 desa devisa di seluruh Indonesia. Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim per 31 Desember 2023 mengonfirmasi pencapaian tersebut.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan optimisme terhadap peningkatan kinerja ekspor UMKM Jatim pada tahun 2024 berkat keberadaan desa devisa ini. Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jatim, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan Bank Jatim terus diperkuat melalui Program Desa Devisa dan Desa Pendulum Devisa.

Desa devisa Jatim terbanyak nasional. Program desa devisa menjadi upaya untuk memaksimalkan ekspor komoditas unggulan Jatim. Program ini memberikan pembinaan intensif kepada pelaku usaha, fokus pada peningkatan kualitas produk, manajemen keuangan, pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan ekspor.

Desa Devisa Jatim menghasilkan berbagai komoditi, seperti Tenun Gedog Tuban, Jahe, Gula Aren Pacitan, Batik Aromaterapi Bangkalan, Kopi Bondowoso, Daun Kelor Sumenep, Kendang Jimbe Blitar, Udang Vaname Situbondo, dan Rumput Laut Sidoarjo.

Khofifah menekankan sinergitas antara berbagai pihak sebagai kunci kesuksesan, sementara Jatim telah mencatat nilai ekspor nonmigas sebesar 2.02 Miliar Dollar AS pada November 2023. Gubernur juga menyampaikan beberapa pencapaian ekspor pada 2023, seperti daun kelor ke Jerman, kendang jimbe ke China, dan rumput laut Gracillaria ke Australia.

Diharapkan pada 2024 ini makin banyak komoditi desa devisa yang dapat merambah pasar ekspor secara mandiri. Ke depan, Jatim berharap dapat mengidentifikasi produk unggulan yang dapat diproduksi secara massal oleh suatu desa untuk memperkuat program Desa Devisa, menciptakan pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, serta menjadikan desa devisa sebagai objek wisata yang memperkaya keberagaman bangsa.

Leave a reply