Kopdes Serap 18 Ribu Pekerja, MBG Hidupkan 1,2 Juta Orang

BI-Presiden Prabowo Subianto menyebut program Koperasi Desa atau Kopdes/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sudah menghasilkan sekitar 18 ribu lapangan kerja baru di Indonesia. Dia menyebut hingga kini terdapat sekitar 1.061 KDMP yang telah beroperasi.
“Setiap koperasi butuh 17 pekerja, artinya dari 1.061 koperasi yang sudah operasional, kita telah buka 18.000 lapangan kerja baru, yang hanya boleh diisi oleh warga desa setempat,” ucap Prabowo dalam pidatonya di sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2025-2026, yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/05/2026).
Menurut dia, penciptaan lapangan kerja ini amat penting. Kepala Negara mengatakan dari pekerjaan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
Dia pun mengeklaim program Makan Bergizi Gratis atau MBG, pemerintah telah menciptakan kurang lebih 1,2 juta lapangan kerja baru, yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dan kita pastikan pasar terjamin, offtake terjamin untuk puluhan juta petani kita, peternak kita, dan nelayan kita,” sambung Prabowo.
Kemudian dia menuturkan, dirinya memperoleh laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) RI Rosan Roeslani bahwa realisasi investasi pada Januari-Desember 2025 diklaim menyerap sekitar 2,7 juta tenaga kerja di Tanah Air. Prabowo juga mengatakan setiap KDMP bakal membuka lapangan kerja formal baru di desa-desa.
Tak hanya itu, dia berujar masih banyak lagi sejumlah program pemerintah yang disusun oleh Kabinet Merah Putih untuk menciptakan lapangan kerja di Indonesia. Misalnya, program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sampai rumah bersubsidi, yang telah masuk dalam 8 klaster Program Kerja Prioritas Nasional atau PKPN dan terdiri dari 60 program.
“Saudara-saudara sekalian, kita butuh investasi dari luar, tapi kita tidak mau tergantung hanya investasi dari luar. Kita yakin bahwa kita bisa kerahkan kekuatan kita, kita tidak boleh mengemis, kita tidak boleh bertekuk lutut, kita tidak boleh menghamba kepada bangsa lain,” kata Prabowo.
Dia menilai Indonesia merupakan bangsa besar, berani, dan bangsa pejuang, yang berhasil melawan serta mengusir kekuatan penjajah. Oleh karena itu, Prabowo mengimbau semua harus percaya diri.
“Kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri, kita harus percaya kepada kepribadian kita sendiri, kepada budaya kita sendiri, kepada falsafah nenek moyang kita, kita percaya kepada gotong royong, kita percaya kepada saling mendukung dan saling membantu. Itu naluri kita, itu budaya kita, bukan saling membenci, bukan saling curiga, bukan saling caci maki, bukan saling menghantam, itu bukan demokrasi kita,” pungkas dia.***















