Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, 3.000 Dapur Ditutup

0
14

BI-Presiden RI Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih memiliki banyak kekurangan dalam tahap implementasi di lapangan. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5).

“Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3 ribu dapur,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan program MBG terus berjalan dan saat ini telah menjangkau jutaan penerima manfaat setiap hari. Ia menyebut program tersebut tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan lainnya.

“MBG sekarang dinikmati 62,4 juta tiap hari. Angka ini termasuk 6,3 juta balita, ibu menyusui, dan ibu hamil,” kata dia.

Selain itu, pemerintah juga akan memperluas cakupan penerima MBG bagi kelompok lanjut usia yang hidup sendiri dan tidak memiliki keluarga pendamping.

“Kita juga akan memberikan MBG kepada 500 ribu lansia yang tinggal sendiri, sebatang kara dan butuh MBG,” ujar Prabowo.

Menurutnya, program tersebut merupakan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 yang menegaskan bahwa fakir miskin dan masyarakat rentan dipelihara oleh negara.

“Karena itu perintah Pasal 33 dan 34 UUD 1945, bahwa kaum miskin diurus negara,” katanya.

Prabowo juga meminta seluruh pejabat daerah hingga anggota DPR ikut mengawasi pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

“Saya minta pejabat dan saya perintahkan DPR, bupati, periksa semua dapur. Kalau tidak ada yang sesuai, laporkan segera dan kita tindak,” tegas Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi pengelolaan program strategis nasional yang dilakukan secara asal-asalan. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kita tidak akan mengizinkan masalah penting ini diurus tidak benar,” ujar Prabowo.***

Leave a reply