Survei: 97% Perusahaan RI Gunakan Rekrutmen Berbasis Keterampilan

0
8

BI-Sebanyak 97% perusahaan di Indonesia disebut telah menerapkan rekrutmen berbasis keterampilan (skills-based hiring) untuk posisi tingkat pemula.

Temuan tersebut diungkapkan oleh platform lembaga pendidikan berbasis daring, Coursera dalam Coursera Micro-Credentials Impact Report 2026. Laporan itu menunjukkan hampir seluruh perusahaan di Indonesia telah menggunakan pendekatan rekrutmen berbasis keterampilan dalam berbagai bentuk untuk mencari talenta baru.

Survei Coursera tersebut dilakukan bersama Rep Data pada Februari-Maret 2026 terhadap sekitar 300 mahasiswa dan lulusan, 100 pemberi kerja, serta 100 pemimpin pendidikan tinggi di Indonesia.

“97% sebagian besar perusahaan menggunakan perekrutan berbasis keterampilan secara ekstensif untuk peran tingkat pemula,” tulis survei tersebut, Selasa (7/7/2026).

Selain itu, dalam survei disebutkan bahwa 96% pemberi kerja menilai karyawan tingkat pemula yang memiliki mikro-kredensial atau keterampilan spesifik yang dibutuhkan dunia kerja menunjukkan kinerja yang lebih baik pada tahun pertama mereka dibandingkan pekerja tanpa sertifikasi keterampilan tersebut.

Selain itu, 97% responden menyatakan lulusan yang memiliki mikro-kredensial berhasil memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya dalam waktu 12 bulan setelah lulus.

Sementara itu, “87% mahasiswa mengatakan mikro-kredensial berbasis proyek atau industri memberikan kesesuaian pekerjaan yang lebih kuat dibandingkan kredensial yang berbasis materi.”

Laporan tersebut juga mencatat 76% pemberi kerja memperkirakan sekitar 30% keterampilan yang dibutuhkan saat ini akan berubah pada 2030, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 61%.

Meski demikian, masih terdapat tantangan di sektor pendidikan. Sebanyak 67% pemimpin perguruan tinggi menilai lembaga yang belum mengintegrasikan mikro-kredensial menghadapi risiko strategis yang cukup besar.

“Pihak pemberi kerja memperkirakan terjadinya perubahan keterampilan yang cepat, sehingga meningkatkan tekanan pada lembaga pendidikan untuk membuat pembelajaran lebih responsif terhadap pasar tenaga kerja,” jelas laporan tersebut. ****

Leave a reply