Ada 2.150 Lowongan Kerja di Mini Job Fair Surabaya

0
13

BI-Besok, Kamis (17/9/2026), ada Mini Job Fair Surabaya dengan total 2.150 lowongan kerja baik di dalam maupun luar negeri yang disiapkan Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya.

Pendaftaran secara online melalui bit.ly/daftarassik dibuka hari ini, Rabu (16/9/2026). Lalu, besok walk in interview bagi yang lolos administrasi di Lantai Basement Urban Creative Hub Surabaya atau ex Hitech Mall pukul 08.00–16.00 WIB.

Agus Hebi Djuniantoro Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya menyebut, dari 2.150 lowongan kerja terdiri dari 450 lowongan dalam negeri dan 1.700 peluang kerja ke luar negeri.

Kegiatan itu merupakan upaya Pemkot Surabaya memperluas akses masyarakat terhadap pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

“Penyerapan tenaga kerja dilakukan dengan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Ini kesempatan bagi warga Surabaya untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut sesuai dengan kemampuan dan kualifikasinya,” kata Hebi Rabu (16/9/2026).

Sejumlah pekerjaan dapat diisi oleh pencari kerja tanpa keahlian khusus, sementara posisi lainnya membutuhkan keterampilan dan kualifikasi tertentu. Ia minta pencari kerja mencermati persyaratan masing-masing lowongan sebelum mendaftar.

“Mulai dari pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus sampai yang memerlukan keterampilan tertentu tersedia. Jadi, masyarakat bisa menyesuaikan dengan kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki,” ujarnya.

Salah satu persyaratan administrasi yang perlu diperhatikan pencari kerja adalah aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

IKD akan memberikan kemudahan karena identitas kependudukan dapat diakses dalam bentuk digital sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada KTP fisik.

“Kalau ada persyaratan administrasi yang membutuhkan kartu penduduk dan sebagainya, tetapi masyarakat tidak membawa KTP fisik, sudah ada digitalisasinya. Ini tentu lebih memudahkan,” terangnya.

Termasuk bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang nantinya berada di luar negeri tidak harus selalu menunjukkan dokumen KTP fisik.

“Ini bagian dari digitalisasi layanan administrasi kependudukan. Jadi, masyarakat, termasuk yang nantinya bekerja di luar negeri, bisa lebih mudah mengakses identitas kependudukannya,” imbuhnya.

Hebi menerangkan, kesempatan kerja tidak lagi hanya terkonsentrasi pada sektor industri, tetapi juga tumbuh pada sektor jasa, termasuk food and beverage (F&B), ekonomi kreatif, hingga pekerjaan yang berkaitan dengan media sosial.

Salah satunya talent media sosial yang dibutuhkan untuk mendukung promosi, pembuatan konten, hingga pemasaran produk dan jasa.

“Sekarang zamannya sudah berbeda. Tidak hanya industri yang disasar, tetapi juga sektor jasa. Ada jabatan-jabatan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan, tetapi sekarang bisa menjadi pekerjaan dan menghasilkan pendapatan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi generasi muda untuk melihat dunia kerja secara lebih luas. Aktivitas seperti pembuatan konten, pengelolaan media sosial hingga bidang gim, misalnya, dapat berkembang menjadi pekerjaan dan sumber pendapatan apabila dikelola secara profesional.

Hebi membuka peluang kegiatan serupa dapat digelar di tingkat kecamatan maupun wilayah tertentu dengan menyesuaikan kebutuhan pelaku usaha dan pencari kerja.

“Kalau memang pelaku usaha membutuhkan tenaga kerja di wilayah tertentu, kami bisa membuka job fair di sekitar wilayah tersebut. Jadi, masyarakat lebih mudah mengakses kesempatan kerja yang ada di lingkungannya,” ungkapnya.

Sementara, job fair khusus penyandang disabilitas direncanakan digelar pada November 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja yang inklusif.

“Silakan manfaatkan kesempatan ini. Pilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi masing-masing, baik untuk peluang kerja di dalam negeri maupun luar negeri,” tutupnya.***

Leave a reply