Cermati Fluktuasi Harga Emas Pekan Depan dan Faktor Pemicunya

0
9

BI-Harga emas pada akhir cenderung stagnan di level USD4.495 per troi ons pada Sabtu, 28 Maret 2026. Begitu pula dengan harga logam mulia di level Rp2.815.000 per gram.

Pada pekan depan, Senin, 30 Maret 2026, harga emas dunia juga diperkirakan masih akan bergerak di bawah USD5.000 per troin ons. Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, jika Senin, 30 Maret, harga emas turun, maka levelnya di USD4.138 per troi ons.

Sementara harga logam mulia, ia memprediksi akan berada di level Rp2.750.000 per gram. “Tapi, jika Senin harga emas naik, harga emas akan berada pada level resistansi di rentang USD4.666-USD4.812 per troi ons,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Minggu, 29 Maret 2026.

Sementara itu, menurutnya, harga logam mulia akan berada di rentang Rp2.855.000-Rp2.920.000 per gram. “Harga emas di pekan depan, kemungkinan tidak akan sampai tembus Rp3 juta per gram,” ucap Ibrahim.

Namun ia memperingatkan perkiraan harga emas di pekan selanjutnya, antara tanggal 6-7 April 2026. Harga logam mulia bisa tembus ke level Rp3 juta per gram.

Menurut Ibrahim, selain perkembangan geopolitik, sejumlah faktor lainnya ikut mempengaruhi pergerakan harga emas pekan depan. Diantaranya harga minyak dunia yang kian melambung dan indeks dolar yang diperkirakan terus menguat pada pekan depan.

Terlebih AS juga sedang dilanda gelombang unjuk rasa yang mengecam perang President Donald Trump ke Iran. “Kepercayaan masyarakat AS pada Presiden Trump terus merosot hingga 35-37 persen,” ucap Ibrahim.

Pelaku pasar juga menunggu pengumuman Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Apakah Warsh akan mengikuti kemauan Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga.

“Saya optimis, meski inflasi AS masih tinggi, bank sentral AS kemungkinan akan menurunkan suku bunga di bawah Warsh,” ujar Ibrahim. Di sisi lain, AS juga akan melaksanakan pemilu sela, yang diperkirakan akan dimenangkan Partai Demokrat.

Presiden Trump juga kemungkinan akan menghadapi pemakzulan kembali, karena berbagai langkahnya yang kontroversial. Utamanya, kebijakan Trump melakukan agresi ke Iran karena mengikuti kemauan zionis Israel.

Hal lainnya yang akan mempengaruhi harga emas pekan depan adalah, masalah persediaan dan permintaan. Karena sampai saat ini, menurut Ibrahim, bank-bank sentral dunia masih melakukan pembelian emas untuk lindung nilai.

“Karena harga emas sedang turun, bank-bank sentral melakukan pembelian emas memanfaatkan momentum harga yang sedang murah. Di sisi lain, mereka optimis harga emas masih akan mengalami kenaikan di masa depan,” kata Ibrahim.

Ia meyakini, harga emas pada tahun ini bisa tembus ke level USD6.000 per troi ons. “Sehingga harga logam mulia akan tembus ke level Rp4 juta per gram, tinggal menunggu waktu saja,” ucapnya.

Ia pun meminta Masyarakat yang berinvestasi emas, tidak perlu khawatir. Menururnya harga emas masih berpeluang naik lagi.***

Leave a reply