Produksi Kopi Jatim Capai 78,8 Ribu Ton, Konsumsi Lokal Baru Sekitar 50 Persen

Heru Suseno Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur
BI-Produksi kopi di Jawa Timur mencapai 78,8 ribu ton selama tahun 2025. Tingkat konsumsi lokal dari jumlah itu, baru sekitar 50 persen.
“Kalau kita bicara konsumsi memang Jawa Timur ini walaupun penghasil kopi tapi konsumsinya masih 50 persen, sekitar 34.000 ton, tetapi ini data kan masih harus dicek ya,” ungkapnya saat menghadiri pembukaan pameran kopi nasional, Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 di Surabaya, Jumat (29/5/2026).
Artinya kondisi produksi kopi di Jawa Timur surplus dan menempati urutan keempat terbanyak se-Indonesia.
“Setelah Sumatera Selatan, kemudian Lampung, Sumatera Utara, dan Jawa Timur,” tuturnya.
Ia berharap pameran kopi nasional yang juga berlangsung di Surabaya bisa mendorong perkembangan industri penghasil kopi.
Pemerintah, akan tegap mendorong melalui pembinaan pada petani untuk menanam sampai memproses hampir jadi.
“Kemudian kalau misalnya dia punya keahlian khusus kita ajarin mulai dari tanam sampai kemudian jadi di cangkir. Ada beberapa anak-anak muda yang sudah kita latih mulai dari hulunya,” ungkapnya.
Rumpoko Hadi Vice Project Director ICX menambahkan, industri kopi menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
“Pertumbuhan tersebut tentunya membutuhkan sebuah wadah, sebuah komunitas untuk mempertemukan para pelaku industri, komunitas, pencipta kopi sehingga masyarakat luas dalam suatu kolaborasi dengan pengembangan ekosistem yang lebih lengkap dan menyatu,” tuturnya.
Surabaya dipilih jadi salah satu area ICX karena antusiasme masyarakat terhadap pertumbuhan ekosisten kopi cukup masif.
Setiyo Wibowo Direktur Manajemen Risiko BTN yang mendukung pameran menyampaikan, tingkat konsumsi per kapita individu di Indonesia tergolong rendah yaitu 1-1,1 kg per tahun.
“US itu 4,8 kilo per tahun per kapita, Europe itu 5,7 kilo per tahun. Brazil 6,4 kilo per tahun,” paparnya.
Pameran ini diharapkan bisa jadi ajang edukasi warga, agar tingkat konsumsi kopi per kapita meningkat 8-12 kg per tahun.***















