Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Timur hingga 4,88 Persen

0
69

BI – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur terus mengalami penurunan secara konsisten, mencapai angka 4,88 persen pada Agustus 2023, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 6 November 2023. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,61 persen poin dibandingkan dengan TPT pada Agustus 2022, yang mencapai 5,49 persen atau sebanyak 1,26 juta jiwa.

Pencapaian ini lebih menonjol karena TPT Jawa Timur kini berada di bawah rata-rata nasional. Bahkan, penurunan year-on-year Jatim sebesar 0,61 persen poin, mengalahkan penurunan sebelumnya yang hanya mencapai 0,25 persen poin periode Agustus 2021 hingga Agustus 2022.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian ini, menganggap penurunan TPT sebagai indikator positif bagi pemulihan ekonomi daerah. Menurutnya, penurunan signifikan ini hasil dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja.

“Pencapaian ini cukup signifikan, dan kami berharap terus melihat penurunan yang lebih baik lagi. Ini mencerminkan hasil dari upaya meningkatkan kualitas angkatan kerja di Jawa Timur,” ungkapnya pada Kamis (4/1/2023).

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur berhasil menurunkan TPT lebih banyak secara year-on-year dibandingkan dengan rata-rata nasional. Meskipun mengakui masih ada ruang untuk perbaikan, dia menegaskan bahwa penurunan TPT akan tetap menjadi fokus tahunan pemerintahan, dengan target penurunan yang lebih signifikan pada tahun 2024.

Khofifah menguraikan beberapa upaya yang telah dilakukan, termasuk penyelenggaraan job fair, peningkatan mutu pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kompetensi, serta dukungan bagi calon PMI dan freelancer. Ia juga mencatat kenaikan upah buruh sebagai salah satu langkah positif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung berbagai profesi.

Pada akhirnya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi terkait, stakeholder, dan masyarakat yang telah bersinergi dalam mencapai hasil positif ini. Ia menganggap sinergitas sebagai kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Timur.

Leave a reply