Kripto Masih Jadi Investasi Pilihan Masyarakat di 2024

0
14

BI-Kripto menjadi nomor tiga dalam pilihan investasi masyarakat. Peluang perkembangan aset kripto diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2024.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Tirta Karma Sanjaya memaparkan, aset kripto telah diatur sejak 2019 dan mulai bertransaksi pada 2020. Transaksi pada 2020 masih terbilang kecil yaitu Rp65,9 triliun. Namun, meningkat pesat pada 2021 menjadi Rp859,4 triliun.

Pada 2021 baru ada 12 pedagang kripto yang terdaftar. Pada tahun itu juga tengah mengalami fase halving. Meski demikian, hasil yang didapatkan tergolong fantastis.

“Perdagangan aset kripto sejak diatur tahun 2019, kemudian mulai bertransaksi 2020. Transaksinya waktu itu masih mungkin kecil (pada) 2020, Rp64,9 triliun dalam satu tahun. Tapi kemudian 2021 kita ketahui, karena 2020 itu memang seperti 2024 ini yang memasuki halving pada waktu itu, siklusnya halving 2021 pada saat itu sudah memasuki.

Pada saat transaksi sudah mulai, para pedagang kripto, dulu Tokocrypto ini nomor 1 dapat izin, waktu itu bersama-sama hanya sekitar 12 pedagang kripto pada waktu itu. Tapi transaksinya 2021 sudah mencapai 859,4 triliun. Itu suatu hal luar biasa,” papar Tirta pada acara Indonesia Crypto Outlook 2024 by Tokocrypto di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2024).

Menurutnya, perkembangan ini dipicu juga dengan adanya pandemi Covid yang membuat semua sektor bertransformasi ke digitalisasi.

Memang digitalisasi ini dipicu juga adalah oleh pandemi Covid. Jadi kalau kita bilang bersyukur dengan Covid, tentu kita tidak mau bersyukur atas kesulitan, tapi memang itulah pemicu dimana semua sektor. Sektor properti, makanan, termasuk juga keuangan, semuanya berbenah, bertransformasi dengan digital,” jelas Tirta

Lebih lanjut, Tirta menjelaskan bahwa berdasarkan hasil studi, kripto telah memasuki fase di mana dijadikan sebagai pilihan utama investasi oleh masyarakat. Bahkan kripto kini menjadi nomor tiga sebagai pilihan investasi terbanyak oleh masyarakat.

“Kripto saat ini tentu saja, kalau kita lihat beberapa studi, aset kripto ini sudah memasuki fase dimana orang menjadikannya pilihan utama investasi. Dulu mungkin orang beli investasi properti, physical asset, atau paper asset, saham dan lain-lainnya. Sekarang reksadana masih nomor 1, nomor 2 saham dalam negeri, kripto nomor 3,” ujarnya.

Perkembangan ini akan terus meningkat baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Kripto ini semakin meningkat. Di dunia tentu saja bahkan kripto tidak hanya spot bahkan tetapi kita sudah jauh meningkat. Kemudian di dalam negeri ini pelanggannya pun sudah cukup pesat, yang terdaftar sudah ada 18,5 juta pelanggan. Jadi ini persentase yang cukup banyak dengan 277 juta penduduk Indonesia,’ jelas Tirta.

Tirta berharap, ke depannya akan terus dikembangkan dan ditambahkan aset kripto yang bisa ditransaksikan. Harapannya tentu para pedagang aset kripto yang saat ini 501 jenis aset kripto.

“Memang kalau kita lihat di point market camp gitu ya, aset kripto itu banyak sekali, bahkan 11 ribuan jenis aset kripto. Tapi apakah semuanya masyarakat ini mau bertransaksi sebanyak koin itu.
Maka kita memilihkan aset-aset kripto yang memang sesuai dengan demand masyarakat yang diusulkan oleh para pedagang yang kemudian kita nilai bersama-sama. Maka kemudian ada 501 jenis aset kripto yang kemudian nanti akan bertambah, bertahap, sesuai perkembangan dari keinginan masyarakat ataupun dari pedagangnya,” pungkasnya.**

Leave a reply