Forkas Safari ke Beberapa Asosiasi `Kulakan Masalah`

0
235

BI – FORKAS sebagai sebuah wadah komunikasi asosiasi harus memberi manfaat dan memberi solusi terhadap permasalahan dunia usaha. Itulah satu di antara agenda pengurus FORKAS safari ke beberapa asosiasi untuk serap aspirasi Senin, (13/06/2022).

Silaturahim sambil mengumpulkan masukan dan mendengar secara langsung dari pelaku usaha, anggota tentang perkembangan dan dampak-dampak pandemi. Pengurus FORKAS, agendanya kali ini adalah ‘Kulakan Masalah’.

Seperti kita ketahui dinamika kebijakan pemerintah yang menyertai pandemi, harus diakui berdampak pada derap kegiatan usaha di berbagai lapisan. Mulai kebijakan pemberian insentif, retribusi sampai lahirnya sejumlah Peraturan Presiden dan Keputusan Menteri.

Kunjungan pengurus adalah singgah ke Sekretariat APINDO – Asosiasi Pengusaha Indonesia, di Jalan Bogowonto Surabaya. Di kantor yang sejuk ini Ketua Umum FORKAS bertemu dengan Edy Widjanarko – Ketua APINDO.

Obrolan santai mulai sejarah APINDO dan FORKAS, sampai membahas peluang kerjasama atau kolaborasi yang bisa saling menguatkan dalam mencapai visi-misi masing-masing organisasi.

Diskusi berkembang membahas tentang perjalanan kebijakan yang terus berubah-ubah, disesuaikan dengan era, situasi dan kebutuhan. Mulai kebijakan penetapan upah, dan penerapan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dalam pertemuan itu, FORKAS juga menyatakan perlunya kajian-kajian secara berkelanjutan pada setiap kebijakan, supaya dalam penerapannya betul-betul memberi manfaat sesuai tujuan suatu peraturan atau kebijakan dibuat.

Sebagai contoh, penentuan soal upah, kajian mendalam harus dilakukan supaya asas keadilan dan kepantasan itu tepat sasaran, baik pada pekerja dan juga pengusaha.

Percakapan antara Ketua APINDO dan pengurus FORKAS ini saling mengisi dan melengkapi.APINDO dan FORKAS juga sepakat, perjalanan di masa mendatang temuan hasil kajian di lapangan bisa menjadi pertimbangan dan bentuk aktif partisipasi memberikan masukan ke pemerintah.

Diskusi semakin kaya dengan bergabungnya Budianto Budi yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia DPD Jawa Timur.

Perjalanan dilanjutkan dengan singgah ke Sekretariat APRISINDO – Asosiasi Persepatuan Indonesia di kawasan Sedati, Juanda. Di kantor ini FORKAS disambut Ali Mas’ud – Sekretaris Jendral APRISINDO.

Misi ‘Kulakan Masalah’  dimulai dengan membahas kebijakan di level Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Direktorat Jendral Bea dan Cukai.

Pelaku industri alas kaki beberapa waktu lalu dikejutkan dengan kebijakan impor yang sempat membuat bahan baku alas kaki tersendat. Setelah melalui kajian dan pembahasan bersama sejumlah pejabat di Kementrian Perdagangan, masalah ini berhasil terselesaikan dan para pelaku industri alas kaki bisa bernafas lega.

Ali Mas’ud – Sekjen APRISINDO Jawa Timur menambahkan, sekarang permintaan ekspor sepatu trendnya sedang bagus. Bahkan ada pengusaha yang mengalami permintaan ekspor terus naik, dari semula sepi imbas pandemi Covid-19 berkembang dan naik sampai mencapai lima peti kemas.

Menurut Ali Mas’ud juga, sekarang banyak rekanan buyer di luar negeri yang mengakui kualitas produk alas kaki dari Indonesia. Indikator sederhananya adalah trend permintaan yang ditingkatkan dari waktu-ke-waktu.

Sekjen APRISINDO Jawa Timur menambahkan, kabar menggembirakan ini di tengah kecenderungan permintaan naik, harus didukung tenaga kerja yang terampil, apalagi para ‘buyer’ yang semakin kritis.

Untuk itulah, Ali Mas’ud berharap FORKAS sabagai organisasi bisa menjembatani dengan program pendampingan, advokasi atau pelatihan berkala.

Persinggahan selanjutnya pada lawatan  Senin, 13/06/2022 ini adalah singgah ke kantor Gabungan Importir Seluruh Indonesia Jawa Timur – GINSI, di kawasan Nginden Intan Selatan, Surabaya. Singgah ke kantor GINSI ini adalah respons FORKAS atas surat yang dilayangkan GINSI untuk bertemu di Sekretariat FORKAS di Jalan Bubutan.

Hadir pada saat itu H. Bambang Sukadi – Ketua GINSI, Medy Prakoso – Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Yuli Maria – Ketua Perindustrian dan Perdagangan dan Warsidi – Sekretaris GINSI Jawa Timur.

Bersama pengurus GINSI Jawa Timur, FORKAS langsung ke  agenda pokoknya mendengar dan mengumpulkan masukan atau ‘Kulakan Masalah’ dari pelaku usaha impor.

Sebaliknya, para pengurus GINSI juga menimpali dengan sejumlah catatan yang menjadi kendala, seperti kebijakan penghapusan Jalur Kuning, masalah sejak diterbitkannya Permendag No. 25 Tahun 2022, tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan No. 21 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

Menurut Medy Prakoso – Wakil Ketua GINSI Jawa Timur, ada 565 anggota GINSI, yang sebagian besar memberikan masukan tentang berbagai perkembangan kondisi dan penerapan kebijakan pemerintah.

Medy juga mengakui impor barang baku ini meski perlu dilakukan, tujuan utamanya adalah memenuhi produksi barang jadi untuk keperluan ekspor.

FORKAS mengajak segenap pengurus GINSI untuk lebih intens dalam membahas dan melakukan pendataan terhadap pasal-pasal atau butir-butir masalah yang akan dijadikan bekal dalam pembahasan di level kementerian.

Apalagi dampaknya juga pada kesinambungan aktifitas produksi barang di dalam negeri. Ajakan ini mendapat sambutan positif dari pengurus GINSI Jawa Timur, yang juga menawarkan sejumlah fitur dan program pembekalan bagi mereka yang ingin terjun ke dunia usaha ekspor-impor.///id

Leave a reply