Pemerintah Jatim Dan Belanda Jajaki Potensi Kerjasama Di Sektor Ini

0
95

BI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Khofifah) menerima kunjungan utusan pemerintah Belanda untuk membahas sejumlah potensi kerjasama yang dapat dikembangkan di Jawa Timur (Jatim) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa, 4/4/2023.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Deputy Chief of Mission and Head Economic Affairs Embassy of the Kingdom of the Netherlands H.E. Mrs. Ardi Stoios-Braken (Ardi). Dalam pertemuan yang berjalan lebih dari satu jam tersebut, salah satu yang didiskusikan adalah perihal pengelolaan air.

Khofifah menyampaikan bahwa sungai Welang dan sungai Kalimas seharusnya fungsinya bisa dimaksimalkan menjadi wisata air.

Sebagai contoh sungai Kalimas yang terhubung dengan sungai Brantas jika dibangun wisata air maka bisa tercipta transportasi air dari Surabaya, Sidoarjo dan Mojokerto.

Terkait sektor pariwisata, Khofifah juga menuturkan bahwa Jatim memiliki banyak destinasi wisata yang potensial untuk menjalin kerjasama dengan Belanda.

Seperti gereja peninggalan Belanda di Malang dan Surabaya yang hingga saat ini masih sering dikunjungi wisatawan dari Belanda.

Selain itu juga ada benteng Van den Bosch atau biasa disebut benteng pendem ngawi yang merupakan destinasi baru dengan arsitektur yang luar biasa.

Dalam benteng tersebut masih terdapat titik yang terhubung dengan pelabuhan besar. Adapun titik tersebut dulunya menjadi tempat diberangkatkannya rempah-rempah dari Indonesia Timur dan Jatim.

Selanjutnya, Khofifah juga menyampaikan potensi wisata Trinil yaitu pithecantropus erectus dan gunung Lawu yang memiliki perkebunan Edelweis yang langka di dunia dan perkebunan teh.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengakui kemajuan dan kekuatan manajemen air dari pemerintah Belanda.

Maka dari itu, dirinya bisa menguatkan kerjasama di sektor pertanian dan peternakan terutama ternak sapi perah serta hilirisasi dari produk susunya.

Sementara itu, Ardi mengatakan akan terus menindaklanjuti hasil diskusi tersebut dengan pihak terkait. ia juga mengharapkan kerjasama Belanda dan Jatim tidak hanya di sektor manajemen air tetapi juga di sektor lainnya seperti peluang baru di pengelolaan limbah, energi terbarukan, agro food dan maritim.

Tidak hanya itu, Ardi juga membuka peluang kerjasama di sektor lain yang tidak kalah penting yaitu sektor pendidikan, mengingat pendidikan sangat vital dalam pengembangan kualitas SDM.

Pihaknya juga akan terus memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Belanda.**

Leave a reply