Harmonisasi Kebijakan Investasi: Antara Tuntutan dan Realitas di Bangkalan

0
61

BI – Dalam upaya meningkatkan investasi di Kabupaten Bangkalan, perhelatan Forum Bisnis dengan tema “Optimalisasi Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi” telah diadakan di Pendapa Agung pada Kamis (26/10/2023). Lebih dari 50 perwakilan perusahaan skala nasional dan regional hadir dalam forum ini dengan semangat tinggi untuk mendukung konsep “Bangkalan Ramah Investasi.”

Forum Bisnis ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan dengan tujuan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara pemangku kebijakan dan pelaku bisnis serta investor dari skala provinsi hingga nasional. PJ Bupati Bangkalan, Arief M Edie, menyatakan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk mencapai harmonisasi kebijakan antara Pemkab Bangkalan dan Pemprov Jatim dalam hal penanaman modal.

Tujuannya adalah untuk menawarkan potensi investasi unggulan di Bangkalan kepada para investor. Arief menyebut beberapa perusahaan, seperti yang berasal dari Rusia dan Sinar Mas Group, telah mengekspresikan minat mereka untuk berinvestasi di Bangkalan.

Menurut Arief, Forum Bisnis ini adalah hasil dari diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk beberapa generasi muda yang tergabung dalam komunitas pengusaha milenial. Arief meyakini bahwa Bangkalan memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam yang kaya, yang dapat menjadi daya tarik bagi investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Di sisi lain, Koordinator Substansi Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, Moh Arief Faurony, mencatat bahwa Bangkalan berada pada peringkat 28 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dalam hal realisasi investasi pada tahun 2022. Kontribusi Bangkalan terhadap investasi di Jawa Timur hanya sekitar 0,2 persen.

Faurony berharap bahwa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan, termasuk Forum Bisnis, akan lebih mendorong investor untuk berinvestasi di daerah ini. Bangkalan telah mengkhususkan sektor investasi dalam bidang pergudangan, kawasan industri, perikanan, transportasi, perdagangan, dan jasa telekomunikasi. Selain itu, sektor maritim juga menjadi fokus perkembangan.

Namun, meskipun potensi telah ada, kinerja investasi di Bangkalan belum mencapai potensinya. Oleh karena itu, DPMPTSP Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya pelaporan kegiatan penanaman modal setiap tiga bulan oleh perusahaan-perusahaan galangan kapal, yang menjadi salah satu fokus investasi di daerah ini.

Pola ini diterapkan di seluruh Indonesia dan merupakan tolok ukur kinerja investasi di suatu daerah. Dengan demikian, Bangkalan berupaya untuk menjadi destinasi yang menarik bagi investor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Leave a reply