Herbify, Platform Informasi Pengobatan Herbal

0
49

BI – Prestasi membanggakan diraih oleh 5 (lima) mahasiswa dari perguruan tinggi di Malang, dengan menemukan sebuah platform yang memuat informasi pengobatan herbal dengan sumber yang valid yang disebut dengan “Herbify”.

Kelima mahasiswa tersebut dari kampus yang berbeda, yakni Ahmad Fajruddin Syauqi, mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang (TIF UM 2020), Hildhan Fauzul Hakim, mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang (TIF UM 2020), Puspa Ayu Faranisa, mahasiswi Sistem Informatika, Universitas Brawijaya (SI UB 2020), Roy Ardy Colas Napitupulu (Bioteknologi UB 2020), Hania Pratiwi Ningrum (Informatika UMM 2020), dan Krishna Hendra Wijaya (SI Binus 2020).

Mereka berhasil lolos dari Bangkit Academy 2023 Batch 1 dengan mengalahkan 786 tim lain saat berlangsungnya kompetisi, Kamis, (9/11/2023).

Visi ambisius dengan mengangkat isu penting dalam industri herbal Indonesia mampu mengantarkan mereka te tahap inkubasi yang menjanjikan mendapatkan pendanaan sebesar 10 ribu Dolar atau sekitar Rp. 140.000.000 untuk melanjutkan pengembangan aplikasi menjadi sebuah startup yang inovatif. Dimana pendanaan tersebut hanya diberikan kepada Top 20 Final Capstone Project.

Program Bangkit Academy adalah program pengembangan kompetensi mahasiswa untuk berkarir di dunia teknologi dengan 3 fokus utama, yakni machine learning, mobile development dan cloud computing. Program ini didesain melalui kemitraan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Google, Gojek, Tokopedia, Traveloka.

“Berawal dari hasil riset yang kami dapatkan terkait tingginya potensi herbal di Indonesia yang harus diimbangi dengan kemudahan akses informasi dan distribusi produk herbal, tim Herbify merasa bahwa penggunaan herbal dalam pengobatan bukan lagi sekadar tren, melainkan menjadi kebutuhan mendesak dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Ahmad Fajruddin Syauqi, ketua tim Herbify.

“Herbify merupakan sebuah platform telemedis yang revolusioner, yang tidak hanya menyediakan informasi berbasis bukti tentang herbal, tetapi juga memberikan akses langsung ke informasi herbal melalui kerjasama dengan para ahli herbal. Tujuannya adalah membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan yang bijak tentang penggunaan herbal dalam perawatan kesehatan mereka,” terang Ahmad Fajruddin.

Sementara Hildhan Fauzul Hakim, salah satu tim pengembang juga menambahkan, bahwa adanya kebutuhan masyarakat didukung potensi herbal luar biasa yang ada di Indonesia. Hal ini menambah semangat timnya untuk terus berinovasi mewujudkan kesehatan Indonesia yang lebih baik.

Prestasi tim Herbify ini mencerminkan komitmen mahasiswa dalam mengembangkan solusi kesehatan yang inovatif dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia. Namun, perjalanan mereka baru saja dimulai. mengetahui update kegiatan dan sebagai salah satu support dalam perkembangan ini dan agar mengetahui perkembangannya, silahkan kunjungi @herbify.Indonesia di Instagram maupun TikTok.**

Leave a reply