Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang Meningkat: Sektor Industri Logam Dasar Menonjol

0
84

BI – Dalam menghadapi ketidakpastian global, perekonomian nasional berhasil mencapai prestasi luar biasa dengan pertumbuhan sebesar 4,94% (yoy) pada kuartal ketiga tahun 2023. Capaian ini menunjukkan soliditas kondisi ekonomi, yang sebagian besar didorong oleh kinerja sangat baik dari sektor industri logam dasar, termasuk besi dan baja, yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,86% (yoy).

Selama lima tahun terakhir, konsumsi industri baja nasional mencapai rata-rata 15,62 juta ton/tahun hingga tahun 2022, dengan produksi rata-rata sebesar 12,46 juta ton/tahun. Sementara itu, dari sisi ekspor, industri besi dan baja terus menunjukkan tren peningkatan, melonjak dari USD7,9 miliar pada tahun 2019 menjadi USD28,5 miliar pada tahun 2022.

Dalam Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Business Forum 2023 pada Kamis (9/11), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang mewakili Presiden Joko Widodo, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kelebihan dengan pasar domestik yang besar, sumber daya bahan baku, tenaga kerja, teknologi, dan potensi ekspor. Indonesia juga memegang posisi sebagai produsen baja terbesar di ASEAN.

Industri baja global memiliki kelebihan kapasitas yang signifikan, mempengaruhi negara tujuan ekspor. Oleh karena itu, Pemerintah terus berupaya menjaga kemajuan industri besi dan baja dalam negeri agar tetap bersaing. Menko Airlangga menekankan pentingnya investasi untuk mengurangi impor produk besi dan baja, dengan menerapkan prinsip berkelanjutan untuk mendukung dekarbonisasi, mengingat industri ini memiliki konsumsi energi tinggi dan emisi karbon yang besar.

Pemerintah juga telah mengambil sejumlah langkah, termasuk P3DN, kebijakan SNI wajib, kebijakan substitusi impor, dan pengendalian impor berdasarkan evaluasi kemampuan produsen dalam negeri. Selain itu, kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), insentif investasi seperti tax holiday dan tax allowance, peningkatan penggunaan energi terbarukan, dan pengawasan ketat terhadap barang yang beredar menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing industri baja nasional di pasar global.

Menko Airlangga menyatakan harapannya bahwa pameran ini dapat memperkuat industri baja nasional. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Plh. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, serta Chairman Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA).

Leave a reply