Peningkatan Capaian Indeks Pembangunan Gender di Jawa Timur

0
82

BI – Dalam paparannya pada kegiatan Verifikasi Lapangan Evaluasi Pengarusutamaan Gender Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Jumat (17/11/2023), capaian signifikan terlihat dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Gender (IPG) dari 91,67 tahun 2021 menjadi 92,08 di tahun 2022. Prestasi ini, seperti diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin, merupakan hasil dari upaya yang telah dilakukan.

Indikator Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Provinsi Jawa Timur juga menunjukkan peningkatan, mencapai 74,42 tahun pada tahun 2022 dibandingkan dengan 72.36 tahun pada tahun 2021. Peningkatan ini menjadi sorotan positif dalam upaya pemerintah provinsi untuk mencapai kesetaraan gender.

Sementara itu, ketimpangan gender, yang diukur melalui Indek Ketimpangan Gender (IKG), menurun dari 0.460 tahun 2021 menjadi 0.440 tahun 2022. Dalam konteks ini, penurunan IKG dianggap sebagai indikator yang semakin baik, sebagaimana dijelaskan oleh Mohammad Yasin.

Pada aspek kebijakan dan regulasi, Jawa Timur terus menunjukkan responsivitas gender. Dasar hukum Pembangunan yang Respons Gender (PUG) telah terbentuk melalui Perda No 9 Tahun 2019 tentang PUG, dan pelaksanaannya ditindaklanjuti oleh Peraturan Gubernur Nomor 39 tahun 2020. Integrasi gender juga terlihat dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024, yang secara jelas memasukkan pengarusutamaan gender sebagai salah satu strategi pembangunan.

Lebih lanjut, integrasi gender dalam perencanaan dan penganggaran menghasilkan peningkatan Anggaran Responsif Gender (ARG) dari 39% tahun 2021 menjadi 44% tahun 2022. Sistem evaluasi CETTAR, yang dimiliki oleh Jawa Timur, menjadi alat untuk mengukur responsivitas gender dalam tupoksi perangkat daerah.

Kegiatan ini merupakan tahap ketiga dari penyelenggaraan dan evaluasi pengarusutamaan gender, yang dilakukan setiap tahun. Pemprov Jawa Timur telah menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) sebanyak empat kali, yakni pada tahun 2014, 2016, 2018, dan 2020, sebagai bentuk penghargaan atas komitmennya dalam mewujudkan kesetaraan gender.

Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak, menambahkan bahwa berdirinya Forum Puspa Gayatri sejak 30 November 2017, sebagai bentuk keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung PUG. Forum ini telah diadopsi oleh sejumlah kabupaten/kota di Jatim, menunjukkan kolaborasi yang semakin erat dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak.

Ketua Tim Verifikasi Lapangan Evaluasi Pengarusutamaan Gender, Eko Novi Ariyanti Rahayu Damayanti, mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jatim atas keterlibatannya dalam evaluasi pengarusutamaan gender. Evaluasi ini akan memberikan data dan fakta untuk setiap provinsi maupun kabupaten/kota, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Leave a reply