Lonjakan Ekspor Perhiasan: Prestasi Jatim di Desember 2023

0
30

BI – Ekspor perhiasan atau permata (HS 71) di Jawa Timur mengalami peningkatan sepanjang Desember dan selama tahun 2023, menurut catatan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim). Tembaga juga merupakan salah satu komoditas utama yang mayoritas diekspor dalam bentuk Katoda dan bagian katoda.

Debora Sulistya Rini, Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Jatim, mengungkapkan pada Senin (15/1/2024) bahwa pemerintah memberikan kesempatan bagi pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) mineral logam, khususnya untuk lima komoditas, untuk menjual hasil pengolahan mineralnya ke luar negeri hingga Mei 2024. Dia menambahkan bahwa relaksasi ekspor ini terbatas pada komoditas tembaga, besi, timbal, seng, dan lumpur anoda hasil pemurnian tembaga.

Pelarangan ekspor yang dijadwalkan mulai Mei 2024 harus diantisipasi, mengingat smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Gresik akan beroperasi pada Mei 2024 dan mencapai kapasitas penuh secara bertahap pada Desember 2024.

Negara-negara utama yang menjadi tujuan ekspor perhiasan dari Jawa Timur meliputi Swiss, Jepang, Hongkong, dan Singapura. Sementara itu, komoditas unggulan ekspor Jawa Timur, yaitu HS 15 (Lemak dan minyak hewani/nabati), sebagian besar diekspor dalam bentuk minyak kelapa sawit cair dan shortening. Negara-negara utama yang menjadi tujuan ekspor HS 15 adalah Tiongkok, Malaysia, dan Nigeria. Komoditas HS 15 kembali menjadi unggulan setelah Pemerintah membuka keran Ekspor Minyak Goreng pada 23 Mei 2022.

Leave a reply